Dompu, NTB - bongkarfakta.com ~ Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak hanya dilakukan melalui patroli dan penegakan hukum. Pendekatan religius dan persuasif juga menjadi strategi penting, terutama menjelang dan selama bulan suci Ramadan. Inilah yang dilakukan Kapolsek Hu’u, IPDA Samsul Rizal, saat menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) di Masjid Nurul Iman, Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Kamis malam, 26 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WITA tersebut merupakan bagian dari komitmen Polsek Hu'u dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan melalui nilai-nilai keagamaan. Kehadiran aparat kepolisian di tengah jamaah masjid disambut positif oleh warga sebagai bentuk sinergi antara institusi negara dan masyarakat.
Selain Kapolsek Hu’u IPDA Samsul Rizal, kegiatan tersebut dihadiri Imam Salat Isya sekaligus Imam Salat Tarawih Masjid Nurul Iman, Junaidin Idris, serta para jamaah mukim dan masyarakat sekitar Desa Rasabou. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan penyampaian kultum, sebelum kemudian ditutup dengan salat Tarawih.
Dalam kultumnya yang mengusung tema “Mari Kita Jadikan Ramadan Bulan Disiplin dan Kamtibmas”, IPDA Samsul Rizal menekankan bahwa Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah ritual, tetapi juga sarana memperkuat disiplin pribadi dan tanggung jawab sosial. Ia mengajak jamaah memaknai puasa sebagai latihan pengendalian diri yang berdampak langsung pada terciptanya ketertiban di tengah masyarakat.
“Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Namun lebih dari itu, Ramadan harus kita jadikan bulan untuk melatih disiplin, kejujuran, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujar Kapolsek dalam pesannya kepada jamaah.
Ia menegaskan bahwa menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata tugas aparat keamanan. Menurutnya, perilaku sehari-hari seperti tertib berlalu lintas, tidak menggunakan knalpot brong, tidak menyalakan petasan, serta menghindari perbuatan yang berpotensi mengganggu ketenangan umum, merupakan bentuk ibadah sosial yang sejalan dengan nilai Ramadan.
Kapolsek Hu’u juga mengajak jamaah untuk menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Disiplin menjalankan ibadah, menjaga kebersihan masjid dan lingkungan, serta saling menghormati antarsesama dinilai sebagai pondasi penting dalam menciptakan suasana Ramadan yang aman, damai, dan kondusif.
Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana dan komunikatif, sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan jamaah. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menyentuh kesadaran masyarakat tanpa kesan menggurui, sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai mitra masyarakat.
Kegiatan kultum ini berakhir sekitar pukul 21.00 WITA dan berlangsung dalam suasana aman, tertib, serta penuh kekhusyukan. Tidak terdapat gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, Polsek Hu’u menegaskan komitmennya untuk terus membangun kamtibmas melalui pendekatan humanis dan preventif, khususnya menjelang Ramadan. Sinergi antara nilai religius dan peran kepolisian diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh masyarakat.( Om Jeks )



