Dompu NTB – bongkarfakta.com ~ Insiden yang menimpa kru King DJ saat menjalankan pekerjaan di wilayah Rasanggaro, Mangge Asi, pada Sabtu malam menjadi perhatian serius kalangan pelaku seni dan hiburan di Kabupaten Dompu. Peristiwa tersebut dinilai bukan sekadar musibah biasa, melainkan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sistem koordinasi, komunikasi, serta solidaritas di antara seluruh insan musik yang berkarya di wilayah Dompu dan sekitarnya.
Merespons kejadian tersebut, Asosiasi Musisi Dompu (ASDOM) menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan terhadap para musisi, artis, pemilik sound system, event organizer (EO), hingga kru hiburan. Organisasi ini menilai bahwa keselamatan para pelaku hiburan harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.
Sekretaris ASDOM Kabupaten Dompu, Paca Kasama, menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang dialami kru King DJ. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan pengingat bagi seluruh pelaku industri hiburan agar tidak pernah menganggap sepele pentingnya koordinasi sebelum melaksanakan pekerjaan.
Menurutnya, setiap musisi, artis, pemilik sound system, event organizer, maupun kru hiburan, baik yang berasal dari Kabupaten Dompu maupun dari luar daerah seperti Kabupaten Bima dan Kota Bima, diharapkan menyampaikan informasi kepada pengurus ASDOM ketika akan melaksanakan kegiatan di wilayah Kabupaten Dompu.
Langkah tersebut, kata Paca Kasama, bukan dimaksudkan untuk membatasi ruang gerak ataupun menghambat siapa pun dalam mencari nafkah, melainkan sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap seluruh pelaku hiburan.
"Koordinasi bukan untuk membatasi siapa pun mencari rezeki. Justru ini adalah bentuk kepedulian agar kami mengetahui keberadaan rekan-rekan musisi. Jika terjadi persoalan, kami bisa bergerak cepat memberikan pendampingan dan membantu mencarikan solusi," tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab anggapan bahwa koordinasi hanya sebatas prosedur administratif. Bagi ASDOM, komunikasi yang baik merupakan fondasi utama dalam membangun sistem perlindungan bagi seluruh insan musik, terutama ketika menghadapi situasi darurat di lapangan.
Paca Kasama menilai, dunia hiburan merupakan ekosistem yang dibangun atas kerja sama banyak pihak. Tidak ada satu pun komunitas maupun individu yang mampu berdiri sendiri tanpa dukungan sesama pelaku hiburan.
Karena itu, mengabaikan komunikasi dan koordinasi dinilai hanya akan memperbesar risiko ketika menghadapi persoalan yang tidak diinginkan. Sebaliknya, hubungan yang terjalin dengan baik akan mempercepat proses penyelesaian apabila terjadi kendala selama kegiatan berlangsung.
ASDOM juga menegaskan bahwa keamanan dalam setiap penyelenggaraan hiburan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab panitia pelaksana maupun aparat keamanan. Seluruh pelaku industri hiburan memiliki tanggung jawab moral untuk saling menjaga, saling mengingatkan, serta saling melindungi satu sama lain.
Organisasi tersebut meyakini bahwa budaya solidaritas harus terus diperkuat agar setiap kegiatan hiburan dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pihak yang terlibat.
Melalui momentum ini, ASDOM mengajak seluruh musisi, penyanyi, pemain musik, pemilik sound system, event organizer, kru panggung, hingga komunitas hiburan di Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima untuk mempererat komunikasi serta memperkuat tali silaturahmi tanpa memandang latar belakang kelompok maupun kepentingan masing-masing.
Paca Kasama mengingatkan bahwa rasa persaudaraan harus ditempatkan di atas ego pribadi maupun persaingan antarkelompok. Menurutnya, ketika musibah datang, solidaritas menjadi kekuatan pertama yang mampu memberikan perlindungan kepada sesama rekan seprofesi.
"Jangan pernah merasa paling kuat, jangan pula gengsi untuk berkoordinasi. Ketika musibah datang, yang pertama dicari adalah solidaritas, bukan perbedaan. Karena itu mari kita saling menjaga, saling menghormati, dan saling membantu agar tidak ada lagi rekan musisi yang harus menghadapi persoalan seorang diri," ujarnya.
ASDOM berharap insiden yang terjadi di Rasanggaro dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pelaku industri hiburan di wilayah Dompu dan sekitarnya. Organisasi tersebut menilai bahwa peningkatan budaya koordinasi, komunikasi yang terbuka, serta penguatan persaudaraan merupakan langkah strategis untuk meminimalkan potensi persoalan dalam setiap kegiatan hiburan.
Dengan sistem koordinasi yang baik, setiap informasi dapat diterima lebih cepat, proses pendampingan dapat dilakukan secara maksimal, dan penyelesaian masalah dapat berlangsung lebih efektif apabila sewaktu-waktu terjadi kendala di lapangan.
Menutup pernyataannya, ASDOM kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah pemersatu para musisi dan pelaku hiburan di Kabupaten Dompu. Organisasi tersebut mengajak seluruh insan musik menjadikan semangat kebersamaan sebagai fondasi utama dalam membangun dunia hiburan yang aman, profesional, dan bermartabat.
Mengusung semangat "Salam Satu Nada. Bersatu Menjaga Marwah Musisi, Bersama Menciptakan Keamanan," ASDOM berharap tidak ada lagi musisi maupun kru hiburan yang harus menghadapi persoalan seorang diri. Sebab, di balik kemeriahan panggung hiburan, keselamatan, kepedulian, dan solidaritas tetap menjadi nilai yang tidak dapat ditawar.( Alfin Sosialis )


