1.3 C
New York
05/03/2021
Bongkar Fakta
Kesehatan Jawa Barat News

Emil Minta Pejabat Penyintas Covid-19 Jadi Pendonor Plasma Darah

Emil Minta Pejabat Penyintas Covid-19 Jadi Pendonor Plasma Darah
Ridwan Kamil Foto Istimewa

Bongkar Fakta.com – Minat penyintas Covid-19 menyumbangkan plasma darah konvalesen tergolong rendah. Palang Merah Indoneia (PMI) mencatat jumlah calon pendonor hanya 5-10 persen dari total jumlah pasien yang sembuh secara nasional.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta para kepala daerah dan pejabat publik penyintas Covid-19 mendonorkan plasma darahnya untuk pasien positif yang masih drawat d rumah sakit.

Diketahui beberapa kepala daerah yang terkonfirmasi positif Covid-19 seperti Wali Kota Bogor, Wakil Wali Kota Bandung,

Bupati Karawang, Bupati Bogor, Wali Kota Bandung, dan terbaru Bupati Bandung Barat. Sekda Kota Bogor pun ketahui terkonfirmasi, dan masih banyak pejabat publik lainnya setingkat eselon II.

“Bagi kepala daerah atau pejabat publik yang memenuhi syarat, seperti tidak ada komorbid, belum pernah hamil,

dan positifnya bergejala, saya dorong untuk mendonorkan plasma darahnya,” ujar dia melalui siaran pers yang diterima, Selasa (19/1).

“Rakyat itu kan bagaimana pemimpin. Kalau pemimpinnya kasih contoh baik, insyaallah masyarakat pun akan ikut. Dulu pas uji klinis peminatnya sedikit, tapi setelah saya dan forkopimda daftar, relawan malah membeludak. Kemarin vaksin, pejabat publik pun memulainya agar masyarakat juga ikut,” kata Ridwan Kamil.

Setelah kepala daerah menjadi pendonor plasma, paling tidak langkah ini akan terikuti pejabat publik di bawahnya seperti sekda, kepala dinas serta pejabat eselon lainnya.

Ketua Komunitas Pendonor Plasma Darah dr Ariani menjelaskan, terapi plasma darah dapat menjadi alternatif penyembuhan terbaik bagi pasien positif,

di tengah belum ditemukannya obat Covid-19 dan vaksinasi yang saat ini baru saja mulai.

Terapi plasma darah terpakai dokter pada Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang. Berdasarkan penelitian, plasma darah dapat meningkatkan angka kesempuan pasien positif dengan derajat berat 95 persen sembuh, derajat kritis 59 persen sembuh.

“Intinya semuanya masih dalam taraf penelitian, tapi menjanjikan di saat belum ada obat pasti,” kata Ariani.

Menurut Ariani, saat ini minat penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasma darahnya masih rendah, sementara permintaan sangat tinggi. Sejak berdiri 25 Desember 2020, Komunitas Pendonor Plasma sudah memfasilitasi 241 penyintas.

Namun saat ini permintaan plasma darah terus meningkat, sementara tidak semua PMI melayani donor plasma darah. Jika ada, tidak membuka pendaftaran secara sukarela tapi berdasarkan permintaan dari rumah sakit. Jika tidak ada permintaan, maka PMI tidak akan mencari pendonor. Di satu sisi, stok plasma darah antardaerah tidak merata.

Menurut Ariani, minat penyintas Covid-19 mendonorkan plasma darahnya rendah tersebabkan beberapa hal. Di antaranya karena mereka tidak tahu, atau enggan ke PMI.

Rendahnya donor plasma pun dapat tersebabkan banyak penyintas yang sebetulnya sudah bersedia jadi pendonor, tapi setelah tes kesehatan ternyata tidak memenuhi syarat. Contohnya, saat positif yang bersangkutan terkategori orang tanpa gejala, atau perempuan yang pernah hamil. “Perempuan yang pernah hamil itu punya antigen HLA dan HNA, kalau plasma darahnya donorkan akan terjadi penolakan dari penerima,” jelas Ariani.

Related posts

Ridwan Kamil Perpanjang PSBB Bodebek Hingga 23 Desember

Bongkar Fakta

Ketum FPI Desak Tim Gabungan Pencari Fakta Penembakan 6 Laskar FPI

Bongkar Fakta

Perkosa Anak, Oknum P2TP2A Di Lampung Divonis 20 Tahun dan Kebiri

Bongkar Fakta

Kiyai Cabul Di Jombang Perkosa Santriwati Habis Sholat Isya dan Tahajud

Bongkar Fakta

Viral di Media Sosial, Foto Anak Remaja Diduga Pelaku Pembunuhan Wanita yang Dibuang di Sawah Karawang

Bongkar Fakta

Kasus Covid-19 di Karawang Tertinggi Selama 3 Hari, Berikut Sebaranya

Bongkar Fakta

Leave a Comment