1.3 C
New York
05/03/2021
Bongkar Fakta
Kesehatan Hukum & Kriminal Jawa Barat News

[HOAKS] Siswi Karawang Meninggal Dunia Beberapa Jam Usai Di Vaksin Covid-19

[HOAKS] Siswi Karawang Meninggal Dunia Beberapa Jam Usai Divaksin Covid-19
[HOAKS] Siswi Karawang Meninggal Dunia Beberapa Jam Usai Divaksin Covid-19

Karawang, Bongkar Fakta.com  –  Beredar Video di media sosial yang menyebut seorang siswi meninggal dunia setelah divaksin Covid-19. Selain narasi itu, pengunggah juga membagikan video dari Kompas TV yang memberitakan seorang siswi sekolah dasar (SD) di Karawang, Jawa Barat meninggal usai vaksin.

Dari penelusuran Tim Pencari Fakta, narasi yang menyebut seorang siswi meninggal dunia setelah vaksin Covid-19 adalah tidak benar.

Narasi yang beredar

Terdapat sebuah akun media sosial Facebook yang menyebarkan narasi seorang siswi meninggal dunia setelah vaksin Covid-19. Narasi tersebut dsebarkan oleh akun Kaum Golongan Pejuang Uang Tunai “Golput” dan mengunggahnya pada Sabtu (9/1/2021).

Berikut narasi yang tertuliskan: “Siswi meninggal dunia setelah beberapa jam di vaksin. Meninggal setelah di Vaksin covid19”. Hingga hari ini Minggu (24/1/2021), unggahan itu telah sukai 4 orang dan terbagikan 17 kali oleh sesama warganet.

[HOAKS] Siswi Karawang Meninggal Dunia Beberapa Jam Usai Di Vaksin Covid-19
Tangkap Layar unggahan dengan narasi yang menyebutkan siswi meninggal setelah divaksin Covid-19. (Facebook)

Lantas, benarkah siswi SD d! Karawang meninggal dunia beberapa jam setelah vaksin Covid-19?

Penelusuran Bongkar Fakta Dari hasil verifikasi Tim Cek Fakta, narasi yang mengklaim seorang siswi SD Karawang meninggal usai suntik vaksin covid-19 adalah tidak benar.

Dari hasil penelusuran terketahui, sebelumnya video itu terunggah oleh kanal YouTube Kompas TV pada 11 Januari 2018 silam.

Video tersebut berjudul “Polisi Menyelidiki Kasus Kematian Siswi SD Seusai Vaksin“. Akan tetapi, penyebab sebenarnya kematian siswi SD tersebut belum terketahui secara pasti lantaran orangtua menolak melakukannya otopsi.

Hal tersebut tersampaikan Kompas TV pada bagian penjelasan bawah video. Berikut penjelasan selengkapnya:

“Korban mengalami panas tinggi hingga kemudian meninggal dunia di rumah sakit. Pihak kepolisian tengah menyelidiki kasus meninggalnya siswi SD Teariza seusai mendapatkan vaksin. Menurut orangtua korban putrinya mengalami demam tinggi setelah mendapatkan vaksin. Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk perawatan dan akhirnya meninggal dunia. Untuk memastikan penyebab kematian polisi menyaranakan agar korban di otopsi tetapi orangtua korban menolak”.

[HOAKS] Siswi Karawang Meninggal Dunia Beberapa Jam Usai Di Vaksin Covid-19
Tangkap Layar Channel Youtube Kompas Tv

Kronologi 

Sementara itu, melansir dari laman Kompas.com, 12 Januari 2018, Tearysa (10), warga Dusun Lampiran 2, Desa Kedawung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, duga meninggal dunia setelah tervaksin difteri di sekolahnya.

Hanya saja, pihak keluarga menolak jasad Tearysa terotopsi. Ayah Tearysa, Sardi, mengatakan pada Sabtu (6/1/2018), putrinya mendapat imunisasi yang terlaksanakan petugas Puskesmas Lemahabang di sekolahnya, SDN Kedawung 1. Karena Tearysa mengalami demam tinggi, Sardi kemudian membawanya ke Puskesmas Lemahabang.

Akan tetapi, kata dia, pihak Puskesmas Lemahabang mengaku tidak sanggup. Saat ia hendak membawa Tearysa ke Klinik Medika, petugas puskesmas menyarankan Tearysa terujuk ke RSUD Karawang.

“Pada Senin pagi saya membawa anak saya ke RSUD Karawang. Setelah mendapat perawatan selama 24 jam, nyawa anak saya tidak tertolong dan meninggal dunia pada Selasa (9/1/2018) siang,” ungkap Sardi.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Karawang Sri Sugihartati mengatakan, saat Tearysa bawa ke rumah sakit, waktu itu sudah panas 39 derajat, kesadarannya dan tensinya turun, serta turgor-nya tidak bagus.

“Saat itu sementara ddiagnosis sebagai sepsis, d!are akut, dan dehidrasi,” jelasnya.

Diare dan panas

Sigihartati membantah panas dan diare yang derita Tearysa karena efek samping vaksin difteri. Menurut Sri, panas tersebut bisa saja tersebabkan oleh diare.

“Jadi untuk saat ini kami tidak bisa memberikan diagnosis bahwa meninggalnya Tearysa karena vaksin difteri, sebab hari Minggunya sudah diare dan panas,” kata dia.

Meski demikian, kata Sri, semua laporan medis sudah terkirim ke Bandung untuk kemudian terteliti lebih lanjut. Terlebih lagi, Sri mengaku mendapat informasi bahwa Tearysa sebelumnya memakan seblak. “Vaksin dan seblak tidak ada hubungannya. Kalau seblak ada hubungannya dengan diare. Kalau vaksin yang terberikan tetes itu ada efek samping berak-berak. Jadi karena vaksin diberikan dengan cara suntik maka enggak ada efek samping,” ungkapnya.

HOAKS Siswi Karawang Meninggal Dunia Beberapa Jam Usai Divaksin Covid 19 2
Tangkap Layar Kompas.com

Sementara itu, Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan mengatakan, pihaknya melalui Polsek Lemahabang sudah menawarkan otopsi kepada keluarga Tearysa. Namun, pihak keluarga menolak jasad Tearysa diotopsi.

“Untuk mengetahui penyebab kematian, seharusnya keluarga setuju terotopsi.Tetapi, pihak keluarga menolak dan menerima kematian Tearysa,” kata Hendy. Selain itu, kematian siswi SD tersebut juga bukan sebabkan karena vaksin virus corona Covid-19. Sebab peristiwa meninggalnya siswi SD tersebut terjadi pada awal 2018.  Sementara virus corona Covid-19 baru terdeteksi di Indonesia pada awal Maret 2020.

yang mana terberitakan Kompas.com, 2 Maret 2020, kasus pertama dan kedua Covid-19 d Indonesia baru terkonfirmasi pada 2 Maret 2020.

HOAKS Siswi Karawang Meninggal Dunia Beberapa Jam Usai Divaksin Covid 19 3
Tangkap Layar Kompas.com

Ketika itu, Presiden Joko Widodo sendiri yang mengumumkan adanya dua orang Indonesia yang positif terinfeksi Covid-19. “Orang jepang ke Indonesia bertemu siapa, tertelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin (2/3/2020).

Kesimpulan

Dari penelusuran Tim Pencari Fakta, narasi yang menyebut seorang siswi meninggal dunia setelah vaksin Covid-19 adalah tidak benar. Faktanya, video tersebut adalah kejadian siswi yang meninggal usai terberikan vaksin difteri pada 2018 lalu. Namun, kematian siswi SD tersebut tidak terketahui secara pasti lantaran orangtua menolak melakukan otopsi.

Related posts

Kasus Covid-19 di Karawang Tertinggi Selama 3 Hari, Berikut Sebaranya

Bongkar Fakta

Semua Mal dan Restoran di Jakarta Hari Ini Tutup Jam 19.00 WIB

Bongkar Fakta

Pelarian Edi Suryono Korupsi Dana Desa Berakhir di Medan

Bongkar Fakta

Lampung Mulai Vaksinasi Covid-19 Tahap II

Bongkar Fakta

Lampung Terapkan Denda Rp 1 Juta bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Bongkar Fakta

Bupati Pandeglang Irna Narulita Menindaklajuti Jalan Rusak Provinsi dan Nasional

Bongkar Fakta

Leave a Comment