1.3 C
New York
05/03/2021
Bongkar Fakta
Peristiwa Jawa Timur News

Kiyai Cabul Di Jombang Perkosa Santriwati Habis Sholat Isya dan Tahajud

Kiyai Cabul Di Jombang Perkosa Santriwati Habis Sholat Isya dan Tahajud
Ilustrasi Cabul dan Perkosa

Jombang, Bongkar Fakta.com – Seorang kiyai cabul perkosa satriwati pada sebuah pesantren. Kiyai berinisial S itu adalah pimpinan pondok pesantren. Lokasi pesantren di Kecamatan Ngoro, Jombang. Kini Kiyai cabul itu sudah tertangkap.

Aksi pemerkosaan itu dilakukan di dalam pesantren setelah sholat Isya dan Tahajud.

Polisi menyita barang bukti pakaian milik santriwati berupa bra atau kutang dan CD (celana dalam).

Melansir dari halaman Beritajatim.com Hal itu tersampaikan Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho saat rilis kasus tersebut pada Mapolres setempat, Senin (15/2/2021).

Laporan tersebut masuk ke Polres Jombang pada 8 dan 9 Februari 2021. Semesntara perbuatan cabul S ini terlakukan pada pesantrennya sejak dua tahun terakhir.

Modusnya, S menghampiri santrinya usai menjalankan salat isyak. Kemudian melakukan bujuk rayu agar santri tersebut mau melakukan hubungan suami istri.

Ada juga yang terlakukan setelah tahajud. Lagi-lagi, S membungkusnya dengan bujuk rayu.

Karena takut, santri menuruti permintaan pimpinan ponpes itu. Menurut Kapolres, santri yang terincar rata-rata berusia 16 sampai 17 tahun.

“Selain menangkap pelaku, kami juga menyita pakaian dalam milik korban,” ujar Kapolres Jombang.

Bukan hanya itu, pakaian pelaku juga tersita sebagai barang bukti.

Di antaranya baju motif batik dan peci warna putih, serta baju koko warna putih.

Seluruh barang bukti tersebut tersegel dalam plastik bening. Kapolres Jombang memamerkan sejumlah barang bukti itu.

Kapolres Jombang menjelaskan, hingga saat ini ada enam korban. Sedangkan pelapornya adalah dua orang wali santri.

 “Selain dari Jombang, korbannya ada yang berasal dari Jawa Tengah.

Kapolres menduga, korban pencabulan yang terlaukan santri bukan hanya enam orang. Namun mencapai belasan.

“Ini masih kami kembangkan. Bagi korban yang belum melapor tersilakan untuk melapor,” kata Agung Setyo Nugroho.

Atas perbuatannya, pimpinan pesantren ini terjerat Pasal l76 e junto Pasal 82 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2014.

“Ancamannya 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun, serta denda maksimal Rp 5 miliar,” pungkas Kapolres Jombang.

Related posts

Profil Chusnunia Chalim Wakil Gubernur Lampung

Bongkar Fakta

Cegah Covid-19, Kemenag Pandeglang Bagikan 1000 Masker

Bongkar Fakta

Pelantikan Bupati Indramayu Terpilih Nina-Lucky Dijadwalkan 26 Februari 2021

Bongkar Fakta

Pemuda Sekampung Udik, Perkosa Pelajar SMP Hingga Tidak Berdaya

Bongkar Fakta

Buzzer, Influencer dan Hacker Ketika Berperan Sebagai Aktivis Politik di Indonesia

Bongkar Fakta

284.000 Kendaraan Masuk ke Jakarta, Arus Balik Libur Natal 2020

Bongkar Fakta

Leave a Comment