-2.2 C
New York
Kamis, Februari 25, 2021
Beranda News Perayaan Imlek di Aceh Berlangsung Aman dan Tertib Prokes Covid-19

Perayaan Imlek di Aceh Berlangsung Aman dan Tertib Prokes Covid-19

Chinese New Year celebrations in Aceh are safe and orderly, the Covid-19 Health Center

Banda Aceh , Bongkar Fakta.com –  Masyarakat Tionghoa yang beragama Buddha di Banda Aceh, Provinsi Aceh Merayakan Perayaan tahun baru Imlek 2572 atau 2021 Masehi berlangsung tertib dan aman, Perayaan Imlek dengan tetap mengikuti protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19.

Sekretaris Yayasan Vihara Dharma Bhakti Gho Ching San atau Hasan menjelaskan perayaan imek tahun ini aman tapi Cuma agak sepi

“Perayaan Imlek tahun ini aman, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Cuma agak sepi karena pandemi COVID-19,” Jelas Hasan di lokasi perayaan, Peunayong, Banda Aceh, Jumat, (12/02/2021)Dini Hari.

Hasan menjelaskan setiap momentum pergantian tahun baru Imlek tepatnya pukul 00.00 WIB,

umat Buddha selalu melakukan sembahyang sebagai bentuk rasa syukur terhadap rezeki yang telahdiperoleh selama setahun lalu.

Personel polisi dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh juga turut mengamankan,
berjaga-jaga di sekitaran vihara saat ratusan umat sembahyang secara bergantian.

Menurut Hasan, jumlah jemaat yang sembahyang pada vihara dalam

perayaan Imlek tahun ini jauh lebih sedikit, karena takut akan penularan COVID-19. Ia menjelaskan mayoritas jemaat yang datang ke tempat ibadah hanya kalangan berusia muda.

“Kebanyakan yang datang ini yang muda-muda, yang tua-tua sudah pasti enggak kesini, di rumah saja. Kalau yang muda-muda kan lebih sehat antibodinya,” kata Hasan.

Tahun 2572 ini dikenal dengan tahun kerbau, Hasan menambahkan, maknanya adalah setiap umat Buddha harus lebih keras bekerja ke depannya, dengan harapan rezeki yang didapatkan akan lebih banyak lagi.

“Kerbau itu artinya bekerja keras, kalau bekerja keras maka rezeki kita akan banyak. Kalau COVID-19 ini makna tahun ini kita dinasehati harus kuat olahraga agar tetap sehat,” katanya.

Kita berharap pandemi COVID-19 ini segera berakhir agar bisa beribadah seperti biasanya, Jelasnnya.

“Memang selaludijaga oleh kepolisian, tanpa kita meminta polisi untuk jaga keamanan dan selalu datang untuk mengontrol dari pagi (sebelum perayaan),” ujarnya.

Sebelumnya, Hasan mengatakan terdapat sekitar 400 orang jemaat di vihara Dharma Bhakti. Akan terjadi pengurangan 20 persen jemaat saat perayaan Imlek, agar tidak menciptakan kerumunan guna mencegah COVID-19.

Ketua Vihara Dharma Bhakti, Yuswar, di Banda Aceh, mengatakan bahwa Vihara Dharma Bhakti di Jalan Panglima Polem, Peunayong, Banda Aceh tersebut sudah berdiri sejak tahun 1936.

Terdapat sekitar 3.500 hingga 4.000 umat Buddha di ibukota Provinsi Aceh, sekaligus empat rumah ibadah, di antaranya Vihara Dharma Bhakti, Vihara Maitri, Vihara Dwi Samudera dan Vihara Sakyamuni.

SourceAntara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -WhatsApp Image 2021 02 08 at 12.47.47

Most Popular