2.9 C
New York
08/03/2021
Bongkar Fakta
Banten Hukum & Kriminal News

Terungkap Motif Pelaku Pembunuhan Tukang Sayur Di Banten

Terungkap Motif Pelaku Pembunuhan Tukang Sayur Di Banten
Terungkap Motif Pelaku Pembunuhan Tukang Sayur Di Banten

Banten, Bongkar Fakta.com –  Setelah polisi menangkap AR (24), pelaku yang membunuh dan memerkosa jasad M (43), penjual sayur yang tertemukan tewasdi aliran sungai Kempung Baru, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten, Serang Banten, fakta demi fakta mulai terungkap.

Ternyata, motif pelaku karena birahi.

Kapolres Serang AKBP Mariyono menjelaskan bahwa motif pelaku karena bihari “Motifnya birahi,

memerkosa korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” jelasnya kepada awak mediadi Mapolres Serang, Jumat (12/2/2021).

Dari hasil pemeriksaan yang telahdilakukan polisi, saat melakukan aksinya, pelaku dalam keadaan mabuk usai pesta miras bersama dengan temannya

pada sebuah gubuk Kampung Kayu Areng, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Serang, pada Senin (8/2/2021) pukul 15.00 WIB hingga Selasa (9/2/2021) dini hari.

pelaku turun dari motor karena jalan rusak dan memutuskan berjalan kaki sementara rekannya melanjutkan perjalanan.

Saat berjalan kaki, sambung Mariyono, pelaku melihat ada korban melintas

dengan mengendarai sepeda motor hendak ke Pasar Cikande untuk belanja sayur.

Sandal pelaku yang tertinggal pada lokasi kejadian menjadi bukti petunjuk petugas untuk mencari pemiliknya

hingga akhirnya ia tertangkapdi persembunyianya d Cikande, Serang, pada Rabu (11/2/2021) pukul 11.50 WIB

“Berkat informasi dari masyarakat dan juga penyidikan selama 3×24 jam akhirnya tim kami bisa mengungkap dan menangkap tersangka,” ujarnya.

“Jadi, di tempat persembunyian tersangka, kami banyak temukan celana dalam wanita hasil curian,” sambungnya.

Saat ditangkap pelaku berusaha melawan dengan terpaksa petugas memberikan tindakan tegas dan terarah ke kakinya.

Tak hanya mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti yakni satu unit sepeda motor,

baju gamis milik korban, kerudung, sandal, serta pakaian dalam korban.

Atas perbuatannya, pelaku terjerat dengan pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Related posts

Wisata Banyuwangi Di Tengah Pandemi Covid-19

Bongkar Fakta

Pasien Covid-19 di Lampung Kembali Bertambah 78 Orang

Bongkar Fakta

Buzzer, Influencer dan Hacker Ketika Berperan Sebagai Aktivis Politik di Indonesia

Bongkar Fakta

Salah Satu Lurah di Bandar Lampung Positif Narkoba

Bongkar Fakta

Ribuan Rumah di Karawang Terendam Banjir

Bongkar Fakta

Pemutihan Pajak Kendaraan di Lampung Mulai April 2021

Bongkar Fakta

Leave a Comment