20.4 C
Indonesia
15/06/2021
Bongkar Fakta
News Nusantara

Tiada Ampun, Hari Pertama Larangan Mudik Lebaran Pemudik Harus Putar Arah di Perbatasan Karawang-Bekasi

No Mercy, on the first day of the prohibition on Lebaran homecoming, travelers have to turn around at the Karawang-Bekasi border

Tiada Ampun, Hari pertama larangan mudik Lebaran Pemudik Harus Putar Arah di Perbatasan Karawang-Bekasi

KarawangBongkar Fakta.com – Hari pertama larangan mudik Lebaran, puluhan kendaraan diputar arah di perbatasan Karawang-Bekasi. Petugas yang berjaga di Pos Penyekatan Tanjungpura memutarbalikkan kendaraan pemudik yang nekat masuk Karawang.

Berdasarkan pemantaun, pemudik yang dari arah Bekasi berhasil dicegah ketika mamasuki pos penyekatan di Tanjungpura Karawang. Mereka kebanyakan tidak memiliki dokumen perjalanan sebagaimana disyaratkan. Petugas pos penyekatan dengan tegas meminta para pengendara kendaraan roda dua dan roda empat untuk memutar arah dan kembali ke tempat asal.

“Puluhan pengendara roda dua dan roda empat dengan terpaksa kami minta putar arah karena tidak bisa menunjukkan surat-surat untuk bisa melintasi pos penyekatan. Kami minta masyarakat jangan nekat untuk mudik karena itu sudah menjadi larangan Pemerintah,” kata Kepala Pos Penyekatan Tanjungpura, Kompol Suparno, Kamis (6/5/2021).

Dari pantauan, terlihat puluhan pemudik dengan nomor kendaraan B, G, AB dan F berhasil dicegat saat memasuki perbatasan Bekasi – Karawang. Kebanyakan mereka tidak bisa menunjukkan surat negatif Covid-19 dan surat izin perjalanan. Padahal, kedua surat tersebut adalah syarat yang wajib ditaati pemudik. Tanpa kedua surat tersebut, pemudik terpaksa harus diputarbalik ke daerah asal.

Salah seorang pemudik asal Brebes, Yono (34) mengatakan, mudik Lebaran bukan hanya menengok orang tua tapi juga karena saudaranya akan menikah seusai Lebaran. Oleh karena itu dia dan istrinya memaksa mudik ke kampung. “Mau ada hajat keluarga jadi kami harus pulang kampung,” kata Yono, seusai kendaraannya diputar balik.

Lain lagi cerita pemudik asal Kuningan, Jawa Barat Uju Sunarya yang mengaku memaksa mudik karena ingin bertemu dua orang anaknya yang tinggal di kampung dengan neneknya. Anaknya tinggal di kampung karena dia repot berdagang hingga dititipkan ke neneknya.

“Saya kangen sama anak saya karena sudah lama tidak ketemu. Lebaran ini saya rencanakan merayakan bersama anak saya,” kata Uju. Sementara itu, Kepala Pos Penyekatan Tanjungpura yang berbatasan Bekasi-Karawang mengingatkan agar masyarakat tidak nekat mudik. Apalagi melintas di Karawang sebab polisi berjaga 1×24 jam sehingga pemudik tidak bisa mencuri kesempatan. “Karawang memiliki 14 pos lain yang disiapkan Polres Karawang. Jadi masuk dari manapun pasti tidak bisa dan kita akan tegas,” katanya.

Related posts

Tinggalkan komentar