DOMPU, NTB – bongkarfakta.com ~ Peristiwa duka yang memilukan terjadi di Dusun Gunung Batu, Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Seorang balita perempuan berusia dua tahun ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam dan terseret arus saluran irigasi, Kamis (26/3/2026).
Korban diketahui bernama Jelita Ramadani (2). Ia sebelumnya dilaporkan hilang dari pengawasan keluarga sekitar pukul 10.15 WITA saat berada di sekitar rumah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Polsek Pekat, Polres Dompu, korban saat itu berada di teras rumah bersama salah satu anggota keluarga. Dalam waktu singkat, korban diduga beranjak tanpa disadari.
Ketika keluarga menyadari korban tidak lagi berada di tempat, pencarian langsung dilakukan secara terpisah di sekitar lingkungan rumah dan lokasi yang biasa didatangi korban.
Kapolsek Pekat IPTU Jubaidin menjelaskan, pencarian yang dilakukan keluarga akhirnya membuahkan hasil, namun dalam kondisi yang sudah memprihatinkan.
“Korban ditemukan di saluran irigasi persawahan dengan kondisi tidak sadarkan diri. Lokasinya tidak jauh dari rumah, sekitar 10 meter,” ujar IPTU Jubaidin.
Korban diketahui terseret arus air dan tersangkut pada bagian besi di dalam saluran irigasi tersebut. Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi oleh keluarga dan warga sekitar untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil. Korban dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa ini sontak menimbulkan kepanikan dan duka mendalam di lingkungan sekitar. Warga yang mengetahui kejadian tersebut berdatangan untuk membantu proses evakuasi sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Sekitar pukul 11.40 WITA, personel Polsek Pekat tiba di lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Aparat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab peristiwa tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, peristiwa ini diduga merupakan kecelakaan murni. Terjadi dalam situasi yang sangat singkat di luar pengawasan,” jelas IPTU Jubaidin.
Selain melakukan penanganan di lokasi, pihak kepolisian juga melakukan langkah penggalangan terhadap keluarga korban guna memastikan situasi tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian memberikan pemahaman kepada keluarga terkait pentingnya kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di lingkungan yang memiliki potensi bahaya seperti saluran air terbuka.
Pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan mengikhlaskan kepergian korban. Mereka juga menyampaikan tidak keberatan serta menolak dilakukan autopsi.
Pernyataan itu kemudian dituangkan dalam surat resmi yang ditandatangani oleh pihak keluarga, disaksikan oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat.
Situasi di lokasi kejadian maupun di lingkungan masyarakat dilaporkan telah kembali kondusif. Aparat kepolisian memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan pasca peristiwa tersebut.
Kapolsek Pekat IPTU Jubaidin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi anak-anak di lingkungan rumah.
“Kami mengingatkan agar orang tua dan keluarga lebih memperhatikan anak-anak, terutama di sekitar saluran air atau lokasi berisiko. Kejadian seperti ini bisa terjadi dalam waktu singkat tanpa disadari,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan risiko yang mengintai di sekitar lingkungan tempat tinggal, terutama bagi anak-anak yang masih membutuhkan pengawasan intensif.
Keselamatan anak, kata dia, menjadi tanggung jawab bersama, baik keluarga maupun lingkungan sekitar, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.( Om Jeks.)



