Dompu, NTB - bongkarfakta.com ~ Dari pesisir Desa Soro, sebuah langkah kecil namun bermakna mulai ditapakkan. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pesisir Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, kini hadir dengan semangat baru melalui kepengurusan yang baru terbentuk. Di bawah nahkoda Ketua BUMDes, Bapak Sahril, BUMDes Pesisir Desa Soro menawarkan harapan segar bagi masyarakat lewat pendirian usaha gerai sembako murah yang berpihak pada kebutuhan warga.
Saat ditemui media ini pada 4 Januari 2026, Bapak Sahril menegaskan bahwa kehadiran pengurus baru bukan sekadar formalitas pergantian struktur organisasi, melainkan titik awal perubahan arah dan visi pengelolaan ekonomi desa yang lebih progresif dan responsif terhadap realitas masyarakat.
“Dengan hadirnya pengurus BUMDes yang baru ini, serta didukung anggaran ketahanan pangan sebesar 20 persen dari Alokasi Dana Desa (ADD), kami mencoba menawarkan usaha gerai sembako. Tujuannya untuk membantu kebutuhan masyarakat dengan harga di bawah standar toko-toko lain,” ungkap Sahril.
Menurutnya, gagasan tersebut lahir dari proses panjang yang tidak instan. Pengurus BUMDes terlebih dahulu melakukan survei lapangan dan berdiskusi langsung dengan masyarakat Desa Soro. Dari dialog itulah, kebutuhan akan akses sembako murah mengemuka sebagai kebutuhan paling mendesak, terutama bagi warga berpenghasilan rendah.
“Ini bukan ide sepihak. Ini hasil diskusi kami dengan masyarakat. Alhamdulillah, responnya sangat baik dan masyarakat mendukung sepenuhnya usaha BUMDes ini,” ujarnya.
Gerai sembako murah tersebut diharapkan menjadi penopang kebutuhan dasar warga, sekaligus menjadi bantalan ekonomi agar masyarakat tidak terlalu terbebani oleh naik-turunnya harga kebutuhan pokok. Lebih jauh, BUMDes Pesisir Desa Soro tidak ingin berhenti pada satu unit usaha semata.
Sahril menegaskan bahwa pengembangan BUMDes ke depan akan dilakukan secara bertahap, terencana, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Ide-ide baru terus digodok agar BUMDes memiliki nilai ekonomi yang kuat sekaligus dampak sosial yang nyata.
“Insya Allah, kami akan terus mengembangkan usaha BUMDes ini dengan ide-ide baru yang akan kami canangkan ke depan. Harapan kami, ketika BUMDes semakin maju, ia bisa membantu mengurangi angka pengangguran di Desa Soro,” jelasnya.
Bagi Sahril, BUMDes bukan hanya entitas bisnis desa, melainkan ruang kolektif yang menyimpan harapan banyak keluarga. Ketika dikelola dengan niat baik, transparansi, dan keberpihakan kepada rakyat, BUMDes dapat menjadi mesin penggerak ekonomi desa yang berkeadilan.
“Intinya, pengurus BUMDes yang baru ini tidak akan berhenti menawarkan ide dan gagasan baru, selama itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri,” tutupnya.
Langkah BUMDes Pesisir Desa Soro hari ini mungkin masih sederhana. Namun dari rak-rak sembako dan kebijakan harga yang berpihak, tersimpan cita-cita besar: menjadikan desa bukan sekadar penonton arus ekonomi, melainkan pelaku utama yang menentukan arah masa depannya sendiri.( Supryadin )
