DOMPU, NTB - bongkarfakta.com ~ Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (22/1/2026) sejak pagi hari, menimbulkan sejumlah dampak serius bagi warga. Luapan air sungai disertai angin kencang menyebabkan satu rumah warga ambruk, kerusakan badan jalan, ancaman putusnya akses jembatan, serta pohon tumbang di beberapa titik strategis.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WITA. Curah hujan yang cukup tinggi dalam waktu singkat memicu debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga dan infrastruktur jalan. Sejumlah wilayah di Kecamatan Pekat dilaporkan terdampak langsung oleh kondisi cuaca ekstrem tersebut.
Kapolsek Pekat, IPTU Jubaidin, mengatakan bahwa pihak kepolisian segera melakukan langkah cepat dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi warga dan memetakan dampak bencana. “Sekitar pukul 09.00 WITA, kami bersama anggota piket jaga SPKT II melakukan pengecekan dan monitoring di lokasi-lokasi terdampak hujan deras. Kami juga menginstruksikan seluruh Bhabinkamtibmas untuk tetap siaga, memantau wilayah desa binaan masing-masing, dan segera melaporkan apabila terdapat dampak lanjutan,” ujar IPTU Jubaidin kepada wartawan.
Berdasarkan hasil monitoring sementara, terdapat tiga desa yang terdampak cukup signifikan, yakni Desa Doropeti, Desa Soritatanga, dan Desa Pekat.
Di Desa Doropeti, tepatnya di Dusun Samada, satu unit rumah panggung tanpa penghuni dilaporkan ambruk akibat tergerus luapan air sungai. Rumah tersebut diketahui milik H. Mufatang (60), warga Dusun Samada. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menimbulkan kerugian material dan meningkatkan kekhawatiran warga sekitar akan potensi banjir susulan.
Selain itu, di dusun yang sama, badan jalan raya mengalami pengikisan cukup parah akibat terjangan arus sungai. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi menyebabkan ambruknya jalan jika hujan dengan intensitas tinggi terus berlanjut.
Sementara itu, di Desa Soritatanga, tepatnya di Dusun Sorimangge, hujan deras mengakibatkan terkikisnya tanah di sekitar badan jalan dan jembatan Soritula. Erosi tanah ini hampir menyebabkan ambruknya jalan dan jembatan yang menjadi akses penting bagi mobilitas warga setempat. Aparat kepolisian bersama perangkat desa telah mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan tersebut.
Adapun di Desa Pekat, tepatnya di Dusun Gunung Batu, sebuah pohon tumbang di ruas jalan kawasan Hutan Kelanggo akibat hujan deras yang disertai angin kencang. Pohon tumbang sempat menghambat arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan. Petugas bersama warga setempat melakukan upaya pembersihan agar akses jalan kembali normal.
Hingga Kamis siang, kondisi cuaca di wilayah Kecamatan Pekat masih diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Aparat kepolisian dan unsur terkait terus melakukan pemantauan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan, seperti banjir dan longsor.
IPTU Jubaidin mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda bahaya. “Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk menghindari lokasi rawan, terutama bantaran sungai dan jalan yang sudah terkikis,” tegasnya.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah penanganan lanjutan, khususnya pada infrastruktur yang terdampak, guna mencegah risiko yang lebih besar apabila kondisi cuaca ekstrem masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.( Rizal )

