DOMPU, NTB - bongkarfakta.com ~ Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan sebuah mobil truk jenis tronton bermuatan pasir terjadi di Jalan Raya Lintas Calabai–Dompu, tepatnya di Dusun Sorimangge, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Kamis (22/1/2026) sore. Insiden ini dipicu oleh kondisi jalan yang rusak dan ambruk akibat tergerus luapan air menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah tersebut.
Peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30 WITA. Truk tronton dengan nomor polisi EA 8853 N yang dikemudikan oleh Jaenudin (40), warga Desa Mangge Nae, Kecamatan Dompu, mengalami kecelakaan saat melintasi ruas jalan yang mengalami kerusakan parah akibat banjir. Meski kendaraan mengalami kerusakan cukup serius, pengemudi dipastikan selamat dan hanya mengalami luka lebam akibat benturan.
Kapolsek Pekat, IPTU Jubaidin, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat kendaraan melaju dari arah Desa Soritatanga menuju Kota Dompu. “Truk datang dari arah Soritatanga menuju Dompu. Saat tiba di jalan lintas Calabai–Dompu, tepatnya di dekat mata air Oi Rao, terdapat badan jalan yang ambruk akibat terkikis luapan air karena hujan deras,” ujar IPTU Jubaidin saat dikonfirmasi.
Menurut keterangan saksi di lokasi, meskipun kondisi jalan sudah terlihat rusak dan sebagian ambruk, pengemudi truk tetap berupaya melintas. Saat melewati titik rawan tersebut, sopir mencoba menghindari bagian jalan yang ambruk dengan mengambil jalur lebih ke pinggir. Namun, karena kontur tanah yang labil dan beban kendaraan yang berat, truk kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terpeleset dan terbalik ke sisi kiri jalan.
“Beban pasir dan kondisi jalan yang tidak stabil menjadi faktor utama. Sopir memaksakan kendaraan melintas sehingga truk tergelincir dan terbalik,” jelas IPTU Jubaidin.
Akibat kejadian tersebut, truk tronton masih tergeletak di pinggir jalan dan sempat mengganggu arus lalu lintas. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pengemudi hanya mengalami luka lebam dan tidak memerlukan perawatan medis serius. Aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan lokasi untuk mencegah kecelakaan lanjutan serta mengatur arus kendaraan yang melintas.
Sekitar pukul 17.00 WITA, Kapolsek Pekat IPTU Jubaidin turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan kondisi kendaraan, memastikan keselamatan pengemudi, serta meninjau tingkat kerusakan jalan. Dari hasil pantauan di lapangan, kerusakan jalan dinilai cukup membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan bertonase berat.
Tak berselang lama, sekitar pukul 17.15 WITA, BPBD Kabupaten Dompu turut mendatangi lokasi-lokasi jalan rusak di wilayah Kecamatan Pekat. Kehadiran BPBD bertujuan untuk melakukan pendataan dampak bencana banjir serta merumuskan langkah penanganan darurat terhadap infrastruktur jalan yang terdampak hujan deras.
IPTU Jubaidin menegaskan bahwa kecelakaan ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi jalan yang rusak atau ambruk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Selain itu, pihak kepolisian merekomendasikan agar instansi terkait segera memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik jalan yang rusak dan rawan kecelakaan. Langkah ini dinilai penting guna meminimalkan risiko kecelakaan serupa, khususnya selama musim hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung di wilayah Dompu dan sekitarnya.
Hingga laporan ini disusun, kondisi cuaca di Kecamatan Pekat masih berpotensi hujan. Aparat kepolisian bersama BPBD dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi dampak lanjutan, baik terhadap keselamatan pengguna jalan maupun kondisi infrastruktur vital di wilayah tersebut.( Rijal )

