DOMPU NTB – bongkarfakta.com ~ Aparat kepolisian dari Polsek Dompu memastikan jalannya dialog (hearing) antara keluarga korban dan pihak RSUD Kabupaten Dompu berlangsung aman dan kondusif, Jumat (17/4/2026). Hearing tersebut membahas dugaan kelalaian pelayanan medis yang berkaitan dengan meninggalnya seorang anak, Akifa Naila.
Kegiatan yang digelar di Aula RSUD Dompu sekitar pukul 11.00 WITA itu dihadiri perwakilan keluarga yang dikoordinir oleh Firdaus serta pihak manajemen rumah sakit. Forum ini menjadi ruang klarifikasi terbuka atas peristiwa yang menimbulkan perhatian publik tersebut.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya dibawa ke RSUD Dompu pada Rabu, 15 April 2026, setelah mengalami luka akibat tertusuk paku yang berisiko menyebabkan infeksi tetanus. Namun, saat itu pihak rumah sakit menyampaikan bahwa stok obat tetanus sedang tidak tersedia.
Dalam penanganan awal, tenaga medis melakukan pembersihan luka dan memberikan antibiotik sebelum pasien dipulangkan. Sehari kemudian, pada Kamis, 16 April 2026, kondisi korban dilaporkan memburuk hingga akhirnya meninggal dunia. Pihak keluarga menduga penanganan yang diberikan belum optimal, terutama karena tidak tersedianya obat utama yang dibutuhkan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Humas RSUD Dompu, Muhammad Iradat, menyampaikan belasungkawa sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga. Kritik dan masukan ini akan menjadi perhatian serius bagi kami untuk perbaikan pelayanan ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kekosongan stok obat tetanus terjadi karena tingginya kebutuhan di wilayah Bima dan Dompu. Menurutnya, pihak rumah sakit telah melakukan pemesanan sebelum stok habis, namun distribusi obat belum tiba saat pasien mendapatkan perawatan.
“Obat sudah dipesan sebelumnya, namun saat pasien dirawat masih dalam proses pengiriman,” jelasnya.
Dalam hearing tersebut, pihak keluarga meminta adanya pertanggungjawaban dari RSUD Dompu, baik secara moral maupun materiil. Selain itu, mereka juga mendesak adanya pembenahan sistem pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang.
Keluarga turut meminta difasilitasi pertemuan langsung dengan Direktur RSUD Dompu untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut. Menanggapi hal tersebut, pihak rumah sakit menyatakan akan menjadwalkan pertemuan lanjutan setelah Direktur kembali dari luar daerah, dengan rencana kunjungan ke kediaman keluarga korban di Desa Mbawi, Kecamatan Dompu.
Sementara itu, Kapolsek Dompu, IPTU Ade Helmi, S.H., yang memimpin langsung pengamanan bersama personel Polsek Dompu dan Sat Intelkam Polres Dompu, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib.
“Kami melakukan pengamanan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Alhamdulillah, seluruh proses dialog berjalan lancar tanpa gangguan,” ujar IPTU Ade Helmi.
Ia juga mengimbau semua pihak untuk tetap mengedepankan komunikasi yang konstruktif serta tidak memperkeruh situasi.
“Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui dialog yang baik dan tidak berkembang menjadi konflik,” tambahnya.
Setelah mendengarkan penjelasan dari pihak RSUD, keluarga korban menyatakan menerima sementara hasil hearing tersebut, sembari menunggu pertemuan lanjutan dengan pimpinan rumah sakit.
Kegiatan hearing berakhir sekitar pukul 12.10 WITA dalam situasi aman dan kondusif. Dugaan kelalaian yang disampaikan oleh pihak keluarga hingga kini masih memerlukan penelusuran dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.( Om Jeks )



