• Jelajahi

    Copyright © Bongkar Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Diterjang Angin Puting Beliung, Rumah Warga di Kempo Rusak Berat, Kerugian Ditaksir Rp30 Juta

    Redaksi
    Sabtu, 07 November 2026, November 07, 2026 WIB
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    DOMPU, NTB – bongkarfqktq.com ~  Bencana angin puting beliung menerjang permukiman warga di Dusun Doro Ala, Desa Kempo (Parangga To’i), Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Sabtu (7/11/2026), sekitar pukul 12.30 Wita. Akibat peristiwa tersebut, satu unit rumah warga mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian atap.


    Rumah yang terdampak merupakan milik Sang Ketut Widi (34), seorang petani yang berdomisili di dusun setempat. Kencangnya tiupan angin disertai hujan menyebabkan seluruh bagian atap seng rumah korban hancur hingga tidak dapat digunakan kembali.


    Berdasarkan keterangan seorang saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut, angin kencang menyerupai puting beliung datang secara tiba-tiba bersamaan dengan hujan. Hembusan angin yang kuat kemudian menerjang rumah korban hingga mengakibatkan kerusakan cukup parah.


    Akibat musibah itu, korban diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp30 juta. Meski kerusakan rumah tergolong berat, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.


    Kapolsek Kempo IPTU Agustamin, S.H., membenarkan adanya peristiwa bencana angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu siang tersebut.


    Menyikapi kejadian itu, Kapolsek Kempo mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem, khususnya ketika hujan turun disertai angin kencang. Warga juga diharapkan menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang berpotensi roboh, serta memastikan kondisi atap dan bagian bangunan rumah dalam keadaan aman.


    Apabila terjadi angin kencang, masyarakat diimbau segera mencari tempat berlindung yang lebih aman dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga. Warga juga diharapkan segera melaporkan kepada aparat desa, kepolisian, atau instansi terkait apabila terjadi bencana di lingkungan masing-masing agar dapat segera ditindaklanjuti.


    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko serta dampak bencana alam.( Supriyadin )

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini