Sumbawa NTB - bongkarfakta.com ~ Kapolsek Labangka, IPDA Imam Wahyudi, S.H., M.Si., menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 kepada umat Hindu, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga toleransi dan stabilitas keamanan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Ucapan tersebut disampaikan bersama Ketua Ranting Bhayangkari Labangka, Ny. Dhesy Imam Wahyudi, melalui media visual yang beredar menjelang perayaan Nyepi 2026. Pesan yang disampaikan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengandung ajakan moral kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian dan saling menghormati.
Momentum Hari Raya Nyepi dinilai sebagai waktu yang sakral bagi umat Hindu untuk melakukan introspeksi diri melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian. Dalam konteks sosial, perayaan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya harmoni, pengendalian diri, serta kehidupan yang seimbang di tengah perbedaan.
“Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati umat Hindu yang menjalankan ibadah Nyepi serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar IPDA Imam Wahyudi.
Ia menegaskan bahwa toleransi bukan sekadar wacana, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari. Menurutnya, menjaga situasi kamtibmas yang kondusif merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat keamanan semata.
“Perbedaan adalah kekuatan. Dengan saling menghormati, kita dapat menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolsek memastikan bahwa jajaran Polsek Labangka akan tetap siaga dalam melakukan pengamanan guna menjamin seluruh rangkaian ibadah Nyepi berjalan lancar tanpa gangguan. Pendekatan yang dilakukan mengedepankan langkah preventif serta komunikasi yang humanis dengan masyarakat.
Sementara itu, Ny. Dhesy Imam Wahyudi menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Nyepi memiliki makna universal yang relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Nyepi mengajarkan kita untuk berhenti sejenak dari aktivitas, merenung, dan memperbaiki diri. Nilai ini penting untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.
Hari Raya Nyepi identik dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yakni amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang). Keempat prinsip tersebut menjadi simbol penyucian diri serta upaya mencapai ketenangan batin.
Di wilayah Kecamatan Labangka, yang memiliki keberagaman latar belakang masyarakat, perayaan Nyepi menjadi salah satu momen penting dalam memperkuat nilai toleransi antarumat beragama. Peran aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga suasana tetap aman dan kondusif.
Melalui ucapan ini, Kapolsek Labangka menegaskan komitmen Polri sebagai penjaga keamanan sekaligus perekat sosial di tengah masyarakat. Ia berharap perayaan Nyepi 2026 dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh makna, serta menjadi momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan di wilayah Labangka dan sekitarnya.( Om Jeks )



