masukkan script iklan disini
Dompu, NTB – bongkarfakta.com ~ Tiga anak dari desa berbeda dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi nasi goreng yang dibeli di Desa Baka Jaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026) di sekitar area depan masjid, tepatnya di samping gang menuju jembatan gantung. Ketiga korban sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas Dompu Barat, sementara satu anak dengan kondisi lebih serius harus dirujuk ke RSUD Dompu untuk perawatan lanjutan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, makanan tersebut dibeli pada Sabtu malam (4/4/2026) sekitar pukul 20.18 WITA. Namun, nasi goreng itu tidak langsung dikonsumsi. Keesokan harinya, makanan tersebut baru diberikan kepada anak-anak.
Salah satu orang tua korban, Hadijah Sukrin, menuturkan bahwa gejala muncul beberapa jam setelah anaknya mengonsumsi makanan tersebut.
“Saya membeli nasi goreng pada malam Minggu. Anak-anak tidak langsung memakannya malam itu, tetapi paginya saya berikan. Beberapa jam kemudian, anak saya langsung drop dan pingsan,” ujarnya kepada awak media.
Setelah menunjukkan gejala seperti lemas, mual, dan penurunan kesadaran, para korban segera dilarikan ke Puskesmas Dompu Barat untuk mendapatkan penanganan medis. Petugas kesehatan langsung melakukan tindakan awal berupa pemeriksaan kondisi umum, pemberian cairan, serta observasi intensif terhadap para pasien.
Namun, karena kondisi salah satu anak dinilai membutuhkan penanganan lebih lanjut, tim medis memutuskan untuk merujuknya ke RSUD Dompu. Hingga saat ini, korban tersebut masih dalam pengawasan intensif, sementara dua anak lainnya dilaporkan mulai menunjukkan kondisi yang membaik.
Pihak Puskesmas Dompu Barat menyatakan masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Sejumlah kemungkinan masih didalami, termasuk faktor keamanan pangan, cara pengolahan, serta penyimpanan makanan sebelum dikonsumsi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penjual nasi goreng yang disebut dalam peristiwa ini belum memberikan keterangan resmi. Oleh karena itu, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Peristiwa ini memicu perhatian warga setempat. Sejumlah masyarakat mengimbau agar lebih berhati-hati dalam membeli dan mengonsumsi makanan siap saji, terutama yang tidak langsung dikonsumsi setelah pembelian.
Tenaga kesehatan juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan makanan, termasuk memperhatikan kebersihan, suhu penyimpanan, serta batas waktu konsumsi. Makanan yang telah dimasak dan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang berisiko mengalami penurunan kualitas dan terkontaminasi bakteri yang dapat membahayakan kesehatan.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak Puskesmas Dompu Barat. Pemeriksaan lanjutan, termasuk penelusuran riwayat konsumsi korban, menjadi langkah penting untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus mencegah peristiwa serupa terulang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kehati-hatian dalam mengelola dan mengonsumsi makanan merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan, terutama bagi anak-anak yang lebih rentan terhadap risiko gangguan pangan.( Alfin Sosialis )


