DOMPU, NTB~Bongkarfakta.com ~ Menyambut kehadiran Kepala Sekolah (Kapsek) baru, SDN 43 Woja menggelar rapat bersama Komite Sekolah dan seluruh wali murid, Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 08.29 WITA.
Rapat tersebut menjadi momentum awal untuk memperkuat kedisiplinan, kebersamaan, serta sinergi antara pihak sekolah, komite, dan orang tua dalam mendukung kemajuan pendidikan di SDN 43 Woja.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para wali murid secara lengkap, mulai dari kelas I hingga kelas VI. Kehadiran para orang tua menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan terhadap upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
Kepala SDN 43 Woja, Junari, S.Pd., menyampaikan bahwa rapat tersebut menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara pihak sekolah, komite, dan para wali murid.
Menurutnya, salah satu hal utama yang menjadi perhatian adalah peningkatan kedisiplinan siswa, baik dalam mengikuti proses pembelajaran maupun dalam menaati tata tertib yang berlaku di lingkungan sekolah.
“Kedisiplinan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Orang tua juga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kebiasaan positif anak sejak dari rumah,” ujarnya.
Karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat antara sekolah dan keluarga agar pembinaan karakter serta kedisiplinan siswa dapat berjalan secara berkesinambungan.
Selain membahas persoalan kedisiplinan, rapat tersebut juga menjadi ruang untuk menyatukan komitmen dalam menyambut kepemimpinan kepala sekolah yang baru. Kehadiran Kapsek baru diharapkan dapat membawa semangat, gagasan, dan langkah baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di SDN 43 Woja.
Sementara itu, Ketua Komite SDN 43 Woja, Jufri H. Mansyur, S.Sos., menyampaikan bahwa komite bersama seluruh wali murid akan terus berupaya menjadi mitra yang konstruktif bagi pihak sekolah.
Ia menekankan pentingnya komunikasi, musyawarah, dan kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan maupun mendukung setiap program positif yang berkaitan dengan kepentingan peserta didik.
“Sekolah, komite, dan orang tua harus berjalan bersama. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibicarakan dan dicarikan solusi secara bersama-sama,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar di dalam kelas, tetapi juga oleh dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.
Rapat tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara kepala sekolah, guru, komite, dan seluruh wali murid, sehingga tercipta suasana pendidikan yang lebih tertib, nyaman, disiplin, dan kondusif.
Satu sekolah, satu semangat, dan satu komitmen untuk menciptakan generasi yang disiplin, berkarakter, dan berprestasi.(Alfin Sosialis)


