Dompu NTB – Bongkarfakta.com ~ Panen raya padi di Desa Doromelo, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/3/2026), menjadi wujud nyata optimalisasi dana desa pada sektor ketahanan pangan yang dikelola secara kolaboratif oleh pemerintah desa bersama masyarakat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.10 WITA hingga selesai tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Sekretaris Dinas DPMPD, para pendamping tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, Camat Manggelewa, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Doromelo.
Kepala Desa Doromelo, Supardin, menjelaskan bahwa panen raya ini merupakan hasil dari program ketahanan pangan yang bersumber dari dana desa sebesar Rp227.000.000. Program tersebut pada awalnya dirancang sebagai penyertaan modal bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Namun dalam pelaksanaannya, BUMDes belum berjalan optimal. Melalui musyawarah desa yang melibatkan masyarakat serta pendamping dari berbagai tingkatan, disepakati langkah alternatif agar dana tetap produktif dan tepat sasaran.
“Dana desa ini memang diperuntukkan untuk ketahanan pangan. Karena BUMDes belum berjalan, kami bersama masyarakat membentuk tim pengelola kegiatan agar anggaran tetap dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Supardin.
Dana tersebut kemudian digunakan melalui mekanisme gadai lahan pertanian seluas 3 hektare. Lahan itu dikelola untuk penanaman padi oleh tim yang dibentuk pemerintah desa, dengan pendampingan teknis dari penyuluh pertanian.
Seluruh proses, mulai dari pengolahan lahan hingga panen, dilakukan secara terencana dan terorganisir. Hasil panen yang diperoleh diharapkan menjadi sumber pendapatan desa sekaligus memperkuat program ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Secara kronologis, kegiatan diawali dengan peninjauan lahan oleh para pejabat yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan panen simbolis bersama petani menggunakan alat mesin pertanian. Kegiatan berlangsung dengan partisipasi aktif masyarakat dalam suasana yang kondusif.
Camat Manggelewa menyampaikan bahwa sektor pertanian tetap menjadi fondasi utama ekonomi masyarakat desa. Ia menilai langkah yang diambil Pemerintah Desa Doromelo merupakan bentuk konkret pemanfaatan potensi lokal.
Sementara itu, pihak DPMPD menegaskan bahwa pengelolaan dana desa harus tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan sesuai regulasi. Model pengelolaan seperti yang diterapkan di Desa Doromelo dinilai dapat menjadi contoh bagi desa lain.
Panen raya ini sekaligus menegaskan bahwa dengan sinergi antara pemerintah desa, pendamping, dan masyarakat, program ketahanan pangan dapat berjalan efektif serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.( Om Jeks )



