DOMPU - bongkarfakta.com ~ Respons cepat aparat Kepolisian kembali ditunjukkan dalam penanganan kasus tindak pidana penganiayaan yang melibatkan sejumlah remaja di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Seorang pelajar berusia 12 tahun menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis gir sepeda motor dalam insiden yang terjadi di depan SDN 29 Dompu, Desa O’o, Kecamatan Dompu, Senin malam (25/5/2026) sekitar pukul 22.10 Wita.
Korban berinisial BS (12) mengalami luka robek pada bagian belakang kepala akibat terkena hantaman gir sepeda motor saat aksi pengeroyokan terjadi. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar karena terjadi di ruang terbuka dan melibatkan sekelompok remaja bersenjata tajam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban dijemput rekannya berinisial AB (16) untuk berkumpul bersama sejumlah remaja di sekitar Kantor DPC Partai Golkar Dompu. Dalam pertemuan itu, datang seorang remaja berinisial DN (16) yang mengajak korban bersama beberapa rekannya menuju Desa O’o untuk mencari seorang pria berinisial RM yang diduga membawa kabur adik kandungnya berinisial VT (15).
Rombongan tersebut kemudian bergerak menuju Desa O’o menggunakan beberapa sepeda motor. Namun setibanya di depan SDN 29 Dompu, suasana mendadak berubah mencekam. Sekitar sembilan orang terduga pelaku datang dari arah belakang menggunakan sepeda motor dan langsung menghentikan rombongan korban.
Tanpa banyak bicara, para pelaku diduga melakukan aksi pengeroyokan menggunakan sejumlah senjata tajam, termasuk gir sepeda motor. Dalam insiden itu, korban BS mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus mendapatkan penanganan medis.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera berupaya membubarkan keributan dan mengevakuasi korban menuju Puskesmas Dompu Timur. Sementara para terduga pelaku bersama sebagian remaja yang berada di lokasi langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Tidak hanya melakukan penganiayaan, para pelaku juga diduga membawa kabur sepeda motor milik AB dan melakukan pengrusakan di lapangan sepak bola Desa O’o.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, melalui bergerak cepat melakukan langkah pengamanan dan penanganan di lokasi kejadian.
Personel Sat Intelkam Polres Dompu bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa O’o langsung menuju lokasi guna mengamankan kendaraan korban yang sebelumnya dibawa oleh para terduga pelaku. Selain itu, aparat Kepolisian juga bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap korban dan sejumlah saksi guna mencegah potensi konflik lanjutan.
Kapolsek Dompu, bahkan turun langsung memimpin proses evaluasi, pendalaman, dan penanganan lanjutan terhadap korban maupun saksi di Mapolsek Dompu.
Keterangan Kapolsek Dompu disampaikan melalui Kasi Humas yang menegaskan bahwa pihak Kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas para pelaku.
“Polres Dompu melalui Polsek Dompu bergerak cepat melakukan evakuasi korban, pengamanan lokasi, serta pendalaman terhadap para saksi terkait kasus penganiayaan tersebut. Saat ini proses penyelidikan masih terus berjalan dan kami berkomitmen mengungkap para pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar IPTU I Nyoman Suardika.
Sementara itu, Kapolsek Dompu IPDA Sarbani menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk aksi kekerasan yang melibatkan senjata tajam, terlebih melibatkan anak di bawah umur.
“Kami mengimbau seluruh pihak agar tetap menahan diri dan mempercayakan penanganan perkara ini kepada Kepolisian. Semua pihak yang terlibat akan diproses secara profesional sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas IPDA Sarbani.
Kapolsek juga menyampaikan imbauan khusus kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari, guna mencegah keterlibatan dalam pergaulan yang berpotensi memicu tindak kekerasan.
“Kami berharap para orang tua lebih memperhatikan aktivitas dan lingkungan pergaulan anak-anaknya. Jangan biarkan anak keluar hingga larut malam tanpa pengawasan karena sangat rentan terlibat konflik maupun tindakan yang melanggar hukum,” imbau Kapolsek.
Ia menambahkan bahwa peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter dan menjaga generasi muda agar tidak mudah terpengaruh pergaulan negatif yang dapat merugikan masa depan mereka sendiri.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian serius aparat Kepolisian mengingat meningkatnya potensi konflik antar kelompok remaja yang dapat mengganggu stabilitas keamanan masyarakat. Karena itu, Polres Dompu melalui Polsek Dompu terus meningkatkan langkah monitoring dan pendekatan preventif guna menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Dompu.( OmJeks ).



