DOMPU, NTB – bongkarfakta.com ~ Polres Dompu melalui Polsek Dompu bergerak cepat menangani peristiwa dugaan tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tradisional berupa panah yang mengakibatkan dua orang warga mengalami luka-luka di Lingkungan Jado, Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Rabu malam (24/6/2026).
Respons cepat tersebut dilakukan untuk mencegah berkembangnya konflik yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, mengingat peristiwa tersebut diduga berawal dari gesekan antar kelompok pemuda yang kemudian berujung pada tindakan kekerasan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian terjadi sekitar pukul 22.50 WITA. Dua warga asal Desa Manggeasi yang diketahui berinisial Mn (19) dan An dilaporkan mengalami luka-luka akibat terkena panah dalam insiden tersebut.
Informasi awal yang diperoleh petugas di lapangan menyebutkan bahwa peristiwa bermula ketika seorang pemuda berinisial Ad (19) yang sedang melintas menggunakan sepeda motor diduga terlibat perselisihan dengan sekelompok pemuda asal Desa Manggeasi. Situasi kemudian berkembang menjadi aksi saling kejar hingga terduga pelaku menuju kediamannya di Lingkungan Jado.
Dalam upaya meredam ketegangan, keluarga terduga pelaku disebut berusaha menenangkan situasi. Namun kondisi di lapangan semakin memanas hingga terjadi konfrontasi antara kedua kelompok yang berujung pada dugaan penggunaan panah oleh terduga pelaku dan mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka.
Mendapatkan laporan dari masyarakat, Kapolsek Dompu IPDA Sarbani langsung memimpin langkah-langkah penanganan dengan mengerahkan personel menuju lokasi kejadian guna melakukan tindakan kepolisian pertama, mengamankan tempat kejadian perkara, mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis, serta melakukan langkah-langkah pengamanan guna mencegah meluasnya gangguan kamtibmas.
Berkat tindakan cepat aparat kepolisian, situasi yang sempat memanas berhasil dikendalikan. Personel Polsek Dompu juga berhasil mengamankan terduga pelaku untuk menghindari potensi konflik lanjutan maupun aksi balasan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.
Kapolsek Dompu, IPDA Sarbani, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat demi memastikan keselamatan masyarakat dan menjaga situasi tetap kondusif.
"Begitu menerima informasi kejadian, kami langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pengamanan, mengevakuasi korban, serta mengambil langkah-langkah preventif guna mencegah berkembangnya konflik. Alhamdulillah situasi dapat dikendalikan dan saat ini proses hukum sedang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar IPDA Sarbani.
Selanjutnya, terduga pelaku diamankan di Mapolsek Dompu untuk menjalani pemeriksaan awal sebelum diserahkan kepada Piket Samapta Polres Dompu yang dipimpin IPDA Mutaqin guna proses penanganan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Kapolsek Dompu juga mengimbau seluruh pihak agar tetap menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban dan keluarga terduga pelaku, untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum. Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih luas dan merugikan banyak pihak," tegasnya.
Sementara itu, Polres Dompu terus melakukan langkah-langkah preventif melalui fungsi Intelkam, Reskrim, dan Bhabinkamtibmas dengan melaksanakan monitoring, penggalangan, serta pendekatan persuasif kepada keluarga para pihak, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan pemerintah setempat guna menjaga stabilitas keamanan pascakejadian.
Kasi Humas Polres Dompu, IPTU I Nyoman Suardika, menegaskan bahwa Polres Dompu berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Polres Dompu mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kami memastikan proses penegakan hukum dilakukan secara profesional serta mengedepankan prinsip keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat," ungkap IPTU I Nyoman Suardika.
Hingga saat ini, situasi di wilayah Kelurahan Dorotangga maupun Desa Manggeasi terpantau aman dan kondusif. Polres Dompu melalui Polsek Dompu masih terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi kemungkinan munculnya gesekan lanjutan maupun aksi balasan yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.
Langkah cepat yang dilakukan Polres Dompu melalui Polsek Dompu di bawah kepemimpinan IPDA Sarbani menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan daerah dari potensi konflik sosial yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat.( Om Jeks )



