• Jelajahi

    Copyright © Bongkar Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Isu Dugaan Skandal Bupati Dompu Beredar di Medsos, Narasumber Bantah Keras dan Sebut “Isu Murahan”

    Redaksi
    Kamis, 12 Maret 2026, Maret 12, 2026 WIB
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    DOMPU, NTB – bongkarfakta.com ~ Isu dugaan skandal yang menyeret nama Bupati Dompu, Bambang Firdaus, belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Informasi tersebut mencuat setelah sebuah unggahan dari akun Facebook bernama “Raja Pesisir” dipublikasikan pada Jumat, 6 Maret 2026, yang kemudian dengan cepat menyebar di berbagai platform digital dan memicu beragam reaksi di tengah masyarakat.


    Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan kritik keras terhadap kepala daerah yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Dompu. Narasi yang disampaikan dalam unggahan itu menyinggung dugaan adanya hubungan pribadi antara sang bupati dengan seorang perempuan.


    Tak hanya itu, dalam postingan tersebut juga disebutkan bahwa perempuan yang dimaksud diduga pernah diajak mengikuti kunjungan ke luar kota. 


    Namun demikian, unggahan yang beredar luas di media sosial itu tidak disertai bukti konkret maupun dokumen yang dapat diverifikasi secara independen.


    Seiring dengan cepatnya penyebaran informasi di ruang digital, isu tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Berbagai tanggapan pun muncul, mulai dari yang mempertanyakan kebenaran informasi tersebut hingga yang mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan.


    Di tengah polemik yang berkembang, salah satu narasumber yang disebut dalam isu tersebut, Haerunissah Icha, memberikan klarifikasi kepada awak media. Ia dengan tegas membantah bahwa dirinya pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang beredar di media sosial.

    “Saya membantah keras tudingan tersebut. Apa yang beredar itu tidak benar dan tidak pernah saya sampaikan. Itu hanya isu murahan,” tegas ibu HN alias Icha saat dimintai keterangan oleh awak media, Kamis (12/3/2026).


    Menurutnya, informasi yang berkembang di media sosial tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan berpotensi menyesatkan opini publik. Ia menilai narasi yang beredar justru dapat memperkeruh suasana jika tidak disikapi secara bijak.


    Ibu berinisial HN Alias  Icha juga menyampaikan pandangannya bahwa isu tersebut diduga merupakan bagian dari skenario pihak tertentu yang sengaja dimainkan di ruang publik. Dalam keterangannya, ia bahkan menyebut kemungkinan adanya pihak yang disebutnya sebagai “setingan Marga Harun”. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadinya atas situasi yang berkembang.


    Pernyataan tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak lain. Karena itu, awak media masih berupaya menelusuri berbagai informasi terkait guna memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai isu yang beredar.


    Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Dompu maupun dari Bupati Dompu, Bambang Firdaus, terkait unggahan yang beredar di media sosial tersebut.


    Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh klarifikasi langsung sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.


    Pengamat sosial di Dompu menilai fenomena penyebaran isu melalui media sosial menjadi tantangan tersendiri di era digital. Informasi yang tidak disertai data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman bahkan memicu polemik di tengah masyarakat.


    Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi setiap informasi yang beredar di ruang digital, terutama jika menyangkut reputasi seseorang atau pejabat publik. Verifikasi informasi dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat tidak terjebak pada arus spekulasi yang belum tentu benar.


    Selain itu, sejumlah tokoh masyarakat juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas daerah. Mereka berharap agar polemik yang muncul di media sosial tidak berkembang menjadi konflik sosial yang dapat merusak keharmonisan masyarakat di Kabupaten Dompu.


    Hingga saat ini, isu dugaan skandal yang menyeret nama Bupati Dompu masih sebatas perbincangan di media sosial dan belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak yang disebut dalam unggahan tersebut. Oleh karena itu, publik diharapkan menunggu klarifikasi resmi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.( BF-RED ) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini