DOMPU NTB ~ bongkarfakta.com ~ Pantai Ria yang berada di Kecamatan Woja kembali menjadi sorotan publik. Destinasi wisata yang hanya berjarak beberapa menit dari pusat Kota Dompu itu dinilai puluhan tahun berjalan tanpa perhatian serius dari pemerintah daerah, meski menyimpan potensi besar sebagai ikon wisata dan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
Di tengah minimnya pembangunan dan fasilitas kawasan, pemuda serta masyarakat Desa Riwo justru memilih bergerak sendiri. Secara swadaya, mereka membersihkan kawasan pantai, merawat lingkungan, hingga mulai melakukan penataan demi menjaga wajah wisata yang selama ini dianggap nyaris “mati suri”.
Kondisi tersebut memunculkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Dompu yang dinilai belum serius mengelola potensi wisata lokal. Padahal, Pantai Ria memiliki posisi strategis karena berada dekat pusat kota dan mudah dijangkau wisatawan.
Safrin, S.H., menilai Pantai Ria seharusnya mampu berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Dompu apabila mendapat perhatian dan penataan yang memadai.
“Pantai Ria ini punya potensi besar, tetapi seperti dibiarkan berjalan sendiri tanpa perhatian serius. Padahal kalau ditata dengan baik, ini bisa menjadi ikon wisata Dompu,” tegas Safrin.
Menurutnya, sektor pariwisata semestinya menjadi prioritas pembangunan daerah di tengah persaingan antarwilayah dalam mengembangkan destinasi wisata berbasis alam. Ia menyebut, banyak daerah mampu tumbuh melalui sektor wisata karena adanya keberpihakan pemerintah dalam membangun infrastruktur dan fasilitas penunjang.
Kekecewaan serupa juga disampaikan para pemuda Desa Riwo yang selama ini aktif menjaga kawasan pantai tersebut. Mereka mengaku selama bertahun-tahun harus bergerak sendiri membersihkan, merawat, dan mempercantik kawasan wisata tanpa dukungan nyata dari pemerintah.
“Sudah puluhan tahun Pantai Ria seperti tidak dianggap. Kami yang bersihkan, kami yang rawat, kami yang percantik. Tapi saat kami bergerak sendiri, malah dianggap tidak punya izin,” ungkap salah satu pemuda Desa Riwo dengan nada kecewa.
Bagi masyarakat setempat, Pantai Ria bukan sekadar kawasan wisata, tetapi juga harapan baru bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat pesisir. Kehadiran wisatawan diyakini mampu menghidupkan pelaku UMKM lokal, membuka peluang usaha, serta meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
Safrin juga mengingatkan pentingnya membangun kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan kawasan wisata. Menurutnya, pembangunan pariwisata tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Persatuan persepsi itu penting untuk membangun kesadaran bersama, termasuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Sementara itu, Om Angel, tokoh pemuda yang aktif melakukan penataan kawasan Pantai Ria, menilai pemerintah daerah seharusnya melihat Pantai Ria sebagai aset strategis yang dapat mendongkrak perekonomian daerah apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
“Daerah bisa maju kalau pariwisatanya diperhatikan. Anggaran itu harus jelas untuk merawat tempat wisata. Pantai Ria ini sangat potensial karena dekat dengan kota. UMKM masyarakat juga bisa hidup kalau wisata ramai,” kata Om Angel.
Ia bahkan membandingkan potensi Pantai Ria dengan yang telah dikenal hingga mancanegara sebagai destinasi wisata unggulan. Menurutnya, Pantai Ria memiliki peluang berkembang lebih cepat karena akses menuju lokasi jauh lebih mudah dijangkau.
Meski demikian, hingga kini kondisi Pantai Ria masih dinilai jauh dari harapan masyarakat. Minimnya fasilitas umum, belum adanya konsep penataan kawasan yang jelas, hingga lemahnya perhatian pembangunan membuat destinasi tersebut tertinggal dibanding kawasan wisata lain.
Kekecewaan itu membuat pemuda Desa Riwo menyatakan siap mengambil langkah mandiri apabila pemerintah daerah terus dianggap tidak serius membenahi Pantai Ria.
“Kalau pemerintah tidak mau bergerak memperbaiki Pantai Ria, lebih baik kami pemuda Desa Riwo yang kelola sendiri. Jangan hanya melarang, tapi tidak pernah hadir memberi solusi,” tandas Om Angel.
Saat ini, pemuda Desa Riwo disebut tengah melakukan penataan kawasan secara bertahap demi menciptakan lingkungan wisata yang lebih tertata, bersih, dan berkelanjutan. Mereka berharap ada dukungan nyata dari pemerintah daerah agar Pantai Ria benar-benar mampu tumbuh menjadi destinasi unggulan Kabupaten Dompu.
Sorotan terhadap Pantai Ria kini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Dompu. Di saat banyak daerah berlomba menjadikan sektor pariwisata sebagai motor ekonomi baru, Pantai Ria justru dinilai nyaris terlupakan di halaman daerahnya sendiri.( Alfin Sosialis )


