Sumbawa, NTB - bongkarfakta.com ~ Masyarakat Kecamatan Plampang menyatakan kesiapan penuh menyambut kehadiran Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dalam agenda safari daerah yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Program Sumbawa Hijau Lestari, sebuah gerakan strategis Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk memulihkan fungsi hutan, menjaga keberlanjutan sumber daya air, serta memperkuat ketahanan lingkungan hidup.
Kegiatan yang akan dipusatkan di wilayah Kecamatan Plampang ini melibatkan lintas elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga organisasi kepemudaan dan kelompok tani. Program tersebut dirancang sebagai aksi tanam pohon serentak dengan pendekatan partisipatif, sekaligus menjadi contoh konkret bagi wilayah lain dalam upaya menghijaukan kembali kawasan hutan dan lahan kritis.
Tokoh masyarakat Plampang, Muhammad Sidik, S.H., menilai Program Sumbawa Hijau Lestari sebagai langkah strategis yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, penghijauan yang dilakukan secara masif merupakan upaya jangka panjang untuk menjaga mata air, meningkatkan kualitas oksigen, serta mengurangi risiko bencana lingkungan.
“Penghijauan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi menjaga kehidupan. Pohon-pohon yang ditanam merupakan tanaman produktif seperti kemiri, kelengkeng, alpukat, mangga, dan nangka, yang ke depan dapat memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Muhammad Sidik kepada awak media bongkarfakta.com.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada komitmen masyarakat dalam menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam. Ia mengingatkan bahwa selama ini masih banyak kegiatan penanaman yang gagal memberi dampak karena kurangnya kepedulian pasca tanam.
“Sering kita temui, pohon ditanam hari ini, tetapi beberapa bulan kemudian sudah hilang atau mati. Karena itu, saya berharap masyarakat Kecamatan Plampang memiliki komitmen kuat untuk menjaga pohon ini sampai tumbuh besar, sehingga manfaatnya bisa dirasakan tidak hanya oleh kita, tetapi juga oleh anak cucu kita nanti,” tegasnya.
Lebih lanjut, Muhammad Sidik menyoroti persoalan banjir yang hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Plampang. Ia menyebutkan Desa Usar, Plampang, dan Desa Sepayung sebagai kawasan rawan banjir yang membutuhkan penanganan menyeluruh dan berkelanjutan.
Menurutnya, penanggulangan banjir tidak akan efektif apabila akar persoalan berupa kerusakan hutan dan berkurangnya tutupan lahan tidak diselesaikan. “Kalau hutan gundul dibiarkan, maka upaya penanganan banjir akan selalu bersifat sementara. Reboisasi adalah solusi jangka panjang,” ujarnya.
Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Daerah Sumbawa, kegiatan reboisasi di Kecamatan Plampang dilakukan melalui penanaman tanaman produktif di berbagai titik lahan. Gerakan ini merupakan inisiasi bersama tokoh masyarakat yang didukung penuh oleh pemerintah desa dan kecamatan, sebagai wujud sinergi dalam mewujudkan Sumbawa Hijau Lestari.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 75 hektare lahan pekarangan di wilayah Desa Prode SP II, Kecamatan Plampang, yang diproyeksikan menjadi lokasi penanaman. Secara keseluruhan, ditargetkan sebanyak 3.500 pohon dari berbagai jenis akan ditanam secara bertahap di wilayah tersebut.
“Ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan. Generasi penerus berhak memiliki hutan yang lebih baik, sumber mata air yang terjaga, dan lingkungan yang sehat,” pungkas Muhammad Sidik.
Dengan dukungan penuh masyarakat serta komitmen pemerintah daerah, Program Sumbawa Hijau Lestari di Kecamatan Plampang diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus penguatan ketahanan ekologis Kabupaten Sumbawa secara berkelanjutan.( Om Jeks )
