Jakarta Barat - bongkarfakta.com~ Banjir dengan ketinggian mencapai dada orang dewasa merendam permukiman padat penduduk di RT 09 RW 01, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026). Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari menyebabkan air meluap dan menggenangi rumah warga hingga lorong-lorong permukiman tidak dapat dilalui.
Genangan air mulai memasuki lingkungan warga sekitar pukul 17.15 WIB dan bertahan hingga pukul 02.30 WIB dini hari tanpa menunjukkan tanda-tanda surut. Kondisi ini memaksa puluhan kepala keluarga, termasuk anak-anak dan lanjut usia, meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri. Warga terpaksa bertahan di pinggir jalan raya yang berada di sekitar permukiman, meskipun air juga mulai menggenangi badan jalan.
Ketua RT 09 RW 01, Hafiz Sahroni, mengatakan banjir kali ini merupakan salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kenaikan muka air terjadi sangat cepat sehingga warga tidak memiliki cukup waktu untuk mengamankan barang-barang berharga.
“Air naik dalam waktu singkat, kurang dari satu jam sudah setinggi dada orang dewasa. Prioritas kami adalah menyelamatkan warga, terutama anak-anak dan lansia,” ujar Hafiz Sahroni di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, selain tingginya curah hujan, buruknya fungsi saluran drainase menjadi faktor yang memperparah banjir. Saluran air di lingkungan RT 09 RW 01 tidak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah sekitar, sehingga air meluap dan menggenangi permukiman. Upaya pembersihan saluran secara manual telah dilakukan warga, namun tidak efektif menghadapi volume air yang terus meningkat.
Banjir berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi warga. Sejumlah rumah terendam, perabotan rumah tangga rusak, dan aktivitas warga lumpuh sementara. Sebagian warga tidak dapat berangkat bekerja, sementara anak-anak terpaksa menghentikan kegiatan belajar. Selain kerugian material, warga juga menghadapi risiko gangguan kesehatan akibat genangan air yang bercampur lumpur dan limbah rumah tangga.
Akses transportasi di sekitar lokasi turut terganggu. Kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kesulitan melintas akibat genangan air dan kondisi jalan yang licin. Distribusi bantuan ke lokasi terdampak juga terhambat karena sempitnya akses menuju kawasan permukiman.
Hingga Kamis malam, sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat di wilayah yang lebih aman. Namun, tidak sedikit warga yang tetap bertahan di sekitar lingkungan rumah untuk menjaga sisa harta benda. Warga berharap adanya langkah cepat dan terkoordinasi dari Pemerintah Kota Jakarta Barat dan instansi terkait.
Hafiz Sahroni menegaskan bahwa kebutuhan mendesak warga saat ini meliputi pembersihan saluran drainase yang tersumbat, penyaluran bantuan darurat berupa makanan, air bersih, dan perlengkapan kesehatan, serta penyediaan tempat pengungsian sementara yang layak.
Peristiwa banjir di RT 09 RW 01 Jakarta Barat kembali menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap sistem drainase perkotaan. Tanpa perbaikan menyeluruh dan langkah pencegahan jangka panjang, ancaman banjir diperkirakan akan terus menghantui kawasan permukiman padat setiap musim hujan.( Rico Roy.)
