• Jelajahi

    Copyright © Bongkar Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Penganiayaan di Tolokalo, Seorang Petani Dibacok Saat Perselisihan di Depan Rumah

    Redaksi
    Selasa, 10 Maret 2026, Maret 10, 2026 WIB
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Bongkarfakta.com | Dompu, NTB — Warga Dusun Kesi, Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, digemparkan oleh peristiwa penganiayaan yang terjadi pada Senin, 9 Maret 2026, sekitar pukul 19.30 WITA. Seorang petani berusia 23 tahun, A.S., mengalami luka tusuk di pinggang belakang akibat serangan menggunakan senjata tajam oleh beberapa pendatang yang bekerja sebagai buruh jagung di desa tersebut.

    Menurut keterangan saksi, N.T., 18 tahun, yang mengikuti korban dengan sepeda motor, insiden bermula ketika korban dan saksi hendak memasuki halaman rumah orang tua N.T., Sdr. I., di Dusun Kesi. Di depan gerbang, sekitar empat orang yang diduga pelaku duduk menghalangi akses korban, sehingga korban tidak bisa masuk ke rumah.


    Ketegangan meningkat setelah korban menghentikan motor dan menegur para pelaku untuk minggir, sambil menegaskan, “Kalian mau jadi preman ya?”. Korban kemudian turun dari motor dan mendorong salah satu pelaku. Aksi ini memicu kemarahan pelaku, yang membalas dengan umpatan dalam bahasa daerah Sumba, tidak dipahami korban.


    Situasi memanas ketika korban memukul pelaku satu kali. Menurut N.T., pelaku beserta seorang temannya langsung membalas dengan mengeroyok korban menggunakan tangan. Korban sempat melarikan diri, namun dikejar kedua pelaku tanpa berhasil ditangkap. Untuk membela diri, korban mengambil kayu jemuran jagung dan kembali mendatangi para pelaku yang saat itu berada di depan rumah Sdr. M., di sebelah rumah Sdr. I.


    Pada saat itu, korban telah mengalami luka tusuk di pinggang. Saksi N.T. sempat melempar batu ke arah pelaku untuk mengusir mereka, sehingga para pelaku melarikan diri. Korban kemudian segera dilarikan oleh warga ke Puskesmas Kempo untuk mendapatkan penanganan medis.


    Menanggapi kejadian ini, Kapolsek Kempo IPTU Agustamin, S.H., beserta anggota langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, serta mengamankan situasi. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap para pelaku. Kapolsek juga menghimbau keluarga korban dan masyarakat untuk tidak melakukan aksi balasan agar situasi tetap kondusif.

    “Kasus ini berawal dari pertengkaran yang memanas antara korban dan pelaku. Kami bergerak cepat untuk mengamankan korban dan mencari pelaku agar proses hukum dapat berjalan sesuai prosedur,” kata IPTU Agustamin.


    Kapolsek Kempo menegaskan bahwa tindakan penganiayaan ini akan ditangani secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Pihaknya juga melakukan deteksi dini, penggalangan terhadap keluarga korban, masyarakat setempat, dan pemerintah desa untuk mencegah potensi konflik yang lebih luas.


    Berdasarkan informasi sementara, para pelaku merupakan pendatang dari Sumba, NTT, yang datang untuk bekerja di Desa Tolokalo. Kapolsek memperingatkan bahwa apabila korban atau keluarganya bertindak balas dendam, dikhawatirkan akan memicu konflik horizontal antara warga lokal dan pendatang.

    “Kami terus memantau situasi, melakukan pencarian pelaku, dan mengimbau masyarakat tetap tenang. Penegakan hukum akan dilakukan tegas sehingga kasus ini tidak menimbulkan konflik yang lebih luas,” tegas IPTU Agustamin.


    Kasus ini menjadi peringatan penting terkait hubungan sosial di Desa Tolokalo, khususnya dalam mengelola interaksi antara pendatang dan warga lokal. Kepolisian menekankan agar masyarakat melapor segera setiap potensi gangguan kamtibmas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.( Supriyadin )

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini