DOMPU NTB – bongkarfakta.com ~ Aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh lima orang tak dikenal menggegerkan warga Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Dalam rentang waktu yang berdekatan, para pelaku diduga melakukan pelemparan menggunakan batako dan batu bata terhadap sejumlah pemuda yang sedang berkumpul di dua lokasi berbeda pada Kamis malam (4/6/2026). Akibat kejadian tersebut, dua korban mengalami luka robek serius di bagian kepala dan harus menjalani perawatan medis di RSUD Dompu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 21.00 Wita di depan SDN 02 Woja, Lingkungan Simpasai. Saat itu, korban bernama Muhamad Idul Fitri sedang duduk bersama sejumlah rekannya di depan sekolah tersebut.
Secara tiba-tiba, lima orang yang datang dari arah timur menggunakan dua unit sepeda motor, yakni Yamaha Aerox dan Honda Vario, mendekati lokasi kejadian. Para pelaku yang saling berboncengan itu diduga langsung melakukan penyerangan dengan melemparkan sebuah batako berukuran besar ke arah kelompok korban.
Lemparan tersebut mengenai bagian kening Muhamad Idul Fitri hingga menyebabkan luka robek serius. Korban kemudian mendapat pertolongan dari warga dan teman-temannya sebelum dilarikan ke RSUD Dompu untuk mendapatkan penanganan medis. Akibat luka yang dialaminya, korban harus menjalani tindakan jahitan pada bagian kening.
Pada malam yang sama, usai melakukan aksi pelemparan di lokasi pertama, kelima pelaku diduga kembali melakukan penyerangan di lokasi berbeda, yakni di depan Mebel Innova atau di sekitar rumah korban Muhamad Zulfikar.
Saat itu, sejumlah pemuda diketahui sedang duduk dan berkumpul di lokasi tersebut. Namun, tanpa alasan yang diketahui, para pelaku kembali melakukan pelemparan menggunakan batu bata ke arah kelompok pemuda yang sedang nongkrong.
Salah satu lemparan mengenai bagian jidat Muhamad Zulfikar hingga menyebabkan luka robek serius. Benturan keras tersebut membuat korban langsung terjatuh dan sempat tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.
Warga yang berada di sekitar tempat kejadian segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Dompu untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah menjalani pemeriksaan, korban juga harus mendapatkan tindakan jahitan akibat luka robek yang cukup parah pada bagian kepala.
Atas kejadian tersebut, kedua korban masing-masing Muhamad Idul Fitri dan Muhamad Zulfikar telah melaporkan peristiwa yang mereka alami ke Polres Dompu. Selain membuat laporan resmi, kedua korban juga telah menjalani visum sebagai bagian dari proses hukum dan penyelidikan.
Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa laporan kedua korban telah diterima oleh pihak kepolisian dan saat ini tengah ditangani oleh penyidik. Aparat kepolisian diketahui sedang melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengidentifikasi serta menemukan para terduga pelaku yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena terjadi di ruang publik dan mengakibatkan dua warga mengalami luka serius. Warga menilai tindakan kekerasan yang dilakukan secara berkelompok tersebut telah menimbulkan rasa takut dan keresahan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Woja.
Masyarakat pun berharap Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Dompu, dapat bergerak cepat dan maksimal dalam melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas serta keberadaan kelima terduga pelaku. Warga juga meminta agar para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku sehingga dapat memberikan rasa keadilan bagi para korban serta menjamin keamanan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, identitas maupun motif para pelaku masih dalam proses pendalaman oleh penyidik Polres Dompu. Polisi terus mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan bukti pendukung lainnya guna mengungkap kasus tersebut secara terang serta memastikan para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.( Om Jeks )


