DOMPU NTB - bongkarfajta.com ~ Pimpinan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kelompok Bermain (KB) AMBI, Nurrahmaniah, M.Pd., memberikan klarifikasi sekaligus bantahan terhadap pemberitaan Bidikinfonews.com yang terbit pada 20 Agustus 2026 terkait pelaksanaan program revitalisasi PAUD KB AMBI.
Pemberitaan tersebut memuat sejumlah informasi yang menyebut adanya pihak yang dinilai memperkaya diri serta adanya dugaan pemindahan lokasi kegiatan revitalisasi dari titik yang semestinya dan tidak sesuai dengan titik koordinat yang menjadi dasar penetapan program.
Menanggapi hal tersebut, Nurrahmaniah menegaskan bahwa tudingan memperkaya diri tidak sesuai dengan fakta pelaksanaan kegiatan. Ia meminta agar tudingan serius semacam itu didukung fakta dan bukti yang jelas, bukan berdasarkan asumsi.
“Saya membantah tudingan bahwa kami memperkaya diri melalui program revitalisasi PAUD KB AMBI. Tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak sesuai dengan fakta pelaksanaan kegiatan. Dalam pelaksanaan pembangunan ini, saya tidak menjadikan program tersebut sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi,” tegas Nurrahmaniah.»
Ia menjelaskan, program revitalisasi PAUD KB AMBI dilaksanakan berdasarkan ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku. Tahapan kegiatan, mulai dari bimbingan teknis (Bimtek), pembentukan tim pelaksana, perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan, dilakukan berdasarkan mekanisme program.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, terdapat Tim Pelaksana Kegiatan Revitalisasi PAUD KB AMBI yang diketuai Khairil Anwar, ST. Keberadaan tim tersebut merupakan bagian dari mekanisme pelaksanaan kegiatan, sehingga pelaksanaan program tidak dilakukan secara pribadi oleh pimpinan lembaga.
Terkait informasi mengenai lokasi, Nurrahmaniah tidak membantah bahwa terdapat penyesuaian atau pemindahan lokasi pembangunan. Namun, ia menegaskan bahwa perubahan tersebut tidak dilakukan secara sepihak, sembarangan, atau tanpa dasar.
Menurutnya, penyesuaian lokasi telah melalui mekanisme dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait serta telah mendapatkan persetujuan sebelum pelaksanaan pembangunan dilakukan.
“Memang ada penyesuaian lokasi, tetapi bukan dipindahkan begitu saja. Ada mekanisme yang kami lalui dan sudah dikoordinasikan dengan pihak terkait serta mendapatkan persetujuan. Jadi, jangan kemudian seolah-olah lokasi itu kami pindahkan secara sepihak tanpa dasar,” tegas Nurrahmaniah.»
Ia menilai narasi mengenai pemindahan lokasi perlu dilihat secara utuh, termasuk proses yang telah ditempuh sebelum perubahan lokasi tersebut dilaksanakan.
“Makanya jangan asal mengeluarkan narasi tanpa konfirmasi kepada saya selaku Pimpinan PAUD AMBI. Kalau ada persoalan atau informasi yang perlu diklarifikasi, silakan konfirmasi terlebih dahulu kepada kami agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan,” ujarnya.»
Nurrahmaniah juga membantah anggapan bahwa pelaksanaan program revitalisasi tidak sesuai regulasi. Menurutnya, pihak pengelola bersama Tim Pelaksana Kegiatan menjalankan tahapan program berdasarkan ketentuan dan petunjuk teknis yang menjadi pedoman.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan bukan dilakukan secara pribadi, melainkan melalui mekanisme yang telah ditetapkan dalam program, dengan Khairil Anwar, ST. sebagai Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Revitalisasi PAUD KB AMBI.
Pihak PAUD KB AMBI juga menyatakan terbuka terhadap pengawasan maupun pemeriksaan dari pihak yang berwenang. Jika terdapat dugaan ketidaksesuaian, pihaknya meminta agar hal tersebut dinilai berdasarkan dokumen, ketentuan program, serta fakta pekerjaan di lapangan.
Nurrahmaniah berharap pemberitaan mengenai program revitalisasi PAUD KB AMBI dapat dilakukan secara berimbang dan memberikan ruang kepada pihak yang diberitakan untuk memberikan klarifikasi.
“Kami menghormati fungsi pers dalam melakukan kontrol sosial. Tetapi kami juga berharap setiap informasi yang memuat tudingan terhadap lembaga maupun pihak tertentu terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan informasi yang utuh, objektif dan sesuai fakta,” pungkas Nurrahmaniah.»( om Jeks )


