DOMPU, NTB – Bongkarfakta.com – Pembangunan fasilitas Pelabuhan Laut Kilo yang dikerjakan PT Wijaya Inti Nusa Sentosa (WINS) terus berlangsung. Hingga Jumat, 7 Agustus 2026, progres pekerjaan disebut telah mencapai sekitar 43 persen, dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2026.
Saat Tim Bongkarfakta.com melakukan konfirmasi langsung di lokasi proyek, keterangan pertama diperoleh dari Pak Reza selaku bagian Logistik. Dalam wawancara tersebut, ia menjelaskan ruang lingkup pekerjaan PT WINS dalam pembangunan fasilitas Pelabuhan Laut Kilo.
Menurut Pak Reza, ruang lingkup pekerjaan perusahaan mencakup dua bagian utama, yakni fasilitas darat dan fasilitas laut.
Terkait perkembangan pembangunan, Pak Reza menyampaikan bahwa hingga Jumat, 7 Agustus 2026, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 43 persen. Sementara target penyelesaian pembangunan ditetapkan pada akhir Desember 2026.
Angka tersebut menjadi gambaran sementara perkembangan pekerjaan di lapangan. Dengan target penyelesaian yang masih berjalan, konsistensi pelaksanaan pekerjaan menjadi faktor penting untuk memastikan pembangunan dapat bergerak sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Sementara itu, dalam wawancara kedua di lokasi yang sama, Tim Bongkarfakta.com melakukan konfirmasi kepada Pak Yuda selaku Admin Teknik. Ia memberikan keterangan mengenai sejumlah hal dalam pelaksanaan pekerjaan, terutama terkait pengadaan material, tenaga kerja lokal dan penerapan keselamatan kerja.
Menurut Pak Yuda, salah satu tantangan selama pelaksanaan pembangunan berkaitan dengan pengadaan material batu. Ia menjelaskan, terdapat warga yang langsung melakukan dropping material batu ke lokasi proyek tanpa terlebih dahulu memperhatikan spesifikasi batu serta ketentuan yang dipersyaratkan pihak perusahaan.
Kondisi tersebut, menurut keterangan Pak Yuda, membuat pihak perusahaan tidak berani melakukan pembayaran apabila material batu yang didatangkan tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan.
Dalam pekerjaan konstruksi, kesesuaian material dengan spesifikasi teknis merupakan salah satu bagian penting yang harus diperhatikan. Karena itu, material yang masuk ke lokasi proyek harus dipastikan sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan teknis pekerjaan.
Meski terdapat kendala dalam pengadaan material tersebut, Pak Yuda menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan pekerjaan di lokasi berjalan aman dan terkendali.
Mengenai sistem pengadaan material, pihak perusahaan disebut memprioritaskan supplier lokal, terutama warga sekitar yang memiliki izin atau legalitas usaha. Namun, prioritas terhadap penyedia lokal tetap harus disertai pemenuhan spesifikasi material yang dibutuhkan dalam pekerjaan.
Keterlibatan masyarakat lokal juga dilakukan melalui penggunaan tenaga kerja. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, tenaga kerja lokal diprioritaskan untuk terlibat dalam pelaksanaan pembangunan.
Selain pengadaan material dan tenaga kerja, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Pak Yuda menyampaikan bahwa perusahaan menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama proses pembangunan berlangsung, termasuk perhatian terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan dan potensi risiko di lapangan.
Di tengah proses pembangunan yang masih berjalan, konsistensi dan komitmen PT WINS dalam mempercepat pembangunan Pelabuhan Laut Kilo patut terus dijaga dan dikawal. Pembangunan ini bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah proyek, tetapi juga tentang menghadirkan infrastruktur yang dapat membuka akses, menggerakkan perekonomian, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.
Progres sekitar 43 persen menjadi salah satu indikator perkembangan pekerjaan yang disampaikan pihak pelaksana. Namun, capaian tersebut tentu perlu diikuti dengan konsistensi hingga pekerjaan benar-benar mencapai target penyelesaian yang telah ditetapkan.
Upaya perusahaan melibatkan masyarakat melalui prioritas tenaga kerja lokal dan supplier lokal juga menjadi catatan positif dalam pelaksanaan proyek. Di sisi lain, penerapan standar teknis terhadap material serta ketentuan K3 menunjukkan bahwa percepatan pembangunan tetap perlu berjalan beriringan dengan kualitas pekerjaan dan keselamatan pekerja.
Dalam konteks pembangunan daerah, keberadaan fasilitas pelabuhan memiliki arti strategis. Infrastruktur pelabuhan bukan sekadar bangunan fisik, tetapi dapat menjadi bagian dari konektivitas dan aktivitas ekonomi apabila dikelola dan dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, pembangunan Pelabuhan Laut Kilo perlu terus mendapat perhatian dan pengawasan dari berbagai pihak. Pemerintah, pelaksana proyek, masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan memiliki peran masing-masing agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan, tepat mutu, tepat waktu dan memberikan manfaat yang nyata.
Kinerja pihak pelaksana di lapangan juga layak diapresiasi sepanjang konsistensi tersebut dapat dipertahankan. Pelaksanaan pekerjaan yang disebut berjalan aman dan terkendali, prioritas terhadap tenaga kerja lokal, keterbukaan terhadap supplier lokal yang memenuhi persyaratan, serta penerapan K3 merupakan sejumlah aspek yang menunjukkan adanya upaya menjaga proses pembangunan tetap berjalan secara terarah.
Namun, apresiasi tersebut tidak berarti menghilangkan fungsi kontrol. Justru, semakin besar sebuah proyek dan semakin strategis manfaatnya bagi masyarakat, semakin penting pula pengawasan publik dilakukan secara objektif dan berkelanjutan.
Dengan progres sekitar 43 persen per 7 Agustus 2026, pembangunan fasilitas Pelabuhan Laut Kilo masih menyisakan tahapan pekerjaan yang harus diselesaikan. Target akhir Desember 2026 akan menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana konsistensi pelaksanaan proyek mampu diwujudkan hingga tahap akhir.
Tim Bongkarfakta.com mencatat, seluruh informasi dalam laporan ini diperoleh melalui konfirmasi dan wawancara langsung di lokasi pembangunan pada Jumat, 7 Agustus 2026. Wawancara pertama dilakukan bersama Pak Reza selaku bagian Logistik, kemudian dilanjutkan dengan wawancara kedua bersama Pak Yuda selaku Admin Teknik di lokasi yang sama.
Berita ini disusun berdasarkan keterangan masing-masing narasumber sesuai informasi yang disampaikan saat wawancara. Perkembangan pekerjaan selanjutnya tetap terbuka untuk dikonfirmasi dan diverifikasi berdasarkan kondisi aktual di lapangan.( Syuriadin )


