DOMPU, NTB –bongkarfakta.com ~ Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SMKN 1 Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menggelar berbagai perlombaan yang diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan (TU), Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMKN 1 Manggelewa tersebut dikemas dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Sejumlah permainan dipilih untuk memberikan ruang bagi para guru dan tenaga kependidikan menikmati momentum peringatan kemerdekaan di tengah rutinitas aktivitas sekolah.
Terdapat tujuh mata lomba yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut, yakni lomba lari terompah, tarik tambang, estafet memindahkan gelas menggunakan sedotan, estafet sarung, nyambung lagu, lari balon, dan lari karung.
Seluruh mata lomba diikuti oleh guru dan TU SMKN 1 Manggelewa. Setiap perlombaan memiliki tantangan tersendiri dan mendorong peserta untuk mengedepankan kekompakan, kerja sama, kreativitas, serta sportivitas.
Kepala SMKN 1 Manggelewa, Muhamad Syufiansur, S.Pt., saat dikonfirmasi media BongkarFakta.com di sela-sela kegiatan pada Selasa (4/8/2026), menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
“Kami mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI. Saya berharap seluruh guru dan TU yang mengikuti lomba dapat menikmati kegiatan dengan penuh semangat, tetap menjaga kekompakan dan sportivitas. Yang terpenting bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi kebersamaan yang kita bangun melalui kegiatan ini,” ujar Muhamad Syufiansur.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan SMKN 1 Manggelewa.
Di tengah rutinitas menjalankan tugas pendidikan dan administrasi sekolah, kegiatan bersama seperti ini dinilai dapat menjadi ruang untuk membangun suasana yang lebih santai sekaligus memperkuat silaturahmi antarguru dan tenaga kependidikan.
Lomba lari terompah dan tarik tambang, misalnya, membutuhkan kekompakan dan koordinasi antarpeserta. Sementara estafet memindahkan gelas menggunakan sedotan dan estafet sarung menuntut ketelitian serta kerja sama tim.
Adapun lomba nyambung lagu, lari balon, dan lari karung menghadirkan suasana hiburan yang tidak kalah menarik. Berbagai aksi peserta menjadi bagian dari kemeriahan kegiatan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Muhamad Syufiansur berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada momentum-momentum berikutnya dengan konsep yang semakin baik.
“Harapan saya, kegiatan seperti ini bisa terus kita laksanakan ke depan. Bukan hanya saat memperingati HUT Kemerdekaan, tetapi kegiatan yang bisa mempererat silaturahmi dan kekeluargaan di antara seluruh guru dan tenaga kependidikan. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih meriah dan lebih banyak kegiatan yang melibatkan seluruh keluarga besar sekolah,” katanya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan para guru dan TU yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi seluruh peserta menjadi salah satu kunci sehingga suasana perayaan kemerdekaan dapat berlangsung dengan penuh kegembiraan.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SMKN 1 Manggelewa tidak hanya menjadi agenda seremonial. Melalui kegiatan perlombaan tersebut, nilai kebersamaan, gotong royong, sportivitas, dan kekeluargaan turut dibangun di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas secara sederhana namun tetap memberikan makna. Para guru dan tenaga kependidikan tidak hanya berkompetisi untuk mendapatkan kemenangan, tetapi juga berbagi tawa dan kebersamaan dalam suasana yang berbeda dari rutinitas sehari-hari.
Dengan semangat kemerdekaan, rangkaian perlombaan di SMKN 1 Manggelewa diharapkan berlangsung meriah, aman, dan penuh kekeluargaan. Lebih dari sekadar menentukan pemenang, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarguru dan tenaga kependidikan serta membangun suasana kerja yang semakin harmonis.
Sebab, semangat kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan kemeriahan besar. Terkadang, kebersamaan sederhana, tawa, dan kekompakan dalam satu lingkungan kerja justru menjadi cara paling bermakna untuk menghidupkan kembali semangat persatuan.( Om Jeks )


