Dompu, NTB - bongkarfakta.com ~ Di tengah arus modernisasi pendidikan yang kerap menitikberatkan capaian akademik, SD Negeri 10 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menegaskan arah berbeda. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Ahmad, S.Pd., sekolah ini melanjutkan pembangunan mushola sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat fondasi spiritual sekaligus meningkatkan literasi Al-Qur’an bagi peserta didik sejak usia dini.
Pembangunan mushola yang berlanjut pada Selasa, 30 Desember 2025, tersebut bukan sekadar proyek fisik. Ia menjadi simbol komitmen sekolah dalam menyeimbangkan pendidikan intelektual dan pembentukan karakter religius. Mushola dirancang sebagai ruang ibadah yang layak, nyaman, dan multifungsi, sekaligus menjadi pusat pembinaan akhlak di lingkungan sekolah dasar.
Kepala SDN 10 Woja, Ahmad, S.Pd., menegaskan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara kognitif, tetapi juga berkarakter kuat, beriman, dan berakhlak mulia. Menurutnya, mushola memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut secara berkelanjutan.
“Pembangunan mushola ini adalah ikhtiar kami untuk menghadirkan ruang ibadah yang representatif bagi siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Mushola bukan hanya tempat salat berjamaah, tetapi juga ruang pembelajaran nilai, tempat Al-Qur’an dibaca, dipahami, dan dihidupkan dalam keseharian,” ujar Ahmad.
Ia menjelaskan, mushola SDN 10 Woja akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari salat Dhuha dan Zuhur berjamaah, pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, hafalan surat-surat pendek, hingga pembinaan karakter yang terintegrasi dengan kurikulum sekolah. Melalui pembiasaan tersebut, siswa diharapkan tumbuh dengan disiplin, ketenangan batin, dan nilai moral yang kuat.
Dari aspek pendanaan, Ahmad menekankan bahwa pembangunan mushola dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Pembiayaan bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dialokasikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta diperkuat oleh swadaya masyarakat dan partisipasi orang tua siswa.
“Kami berkomitmen menggunakan Dana BOS secara tepat dan sesuai aturan. Dukungan masyarakat menjadi energi utama agar pembangunan mushola ini dapat berjalan berkesinambungan,” tegasnya.
Langkah SDN 10 Woja ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Raba Baka, M. Tahir, MT., menilai kelanjutan pembangunan mushola sebagai langkah visioner yang menjawab kebutuhan pembinaan karakter anak di era saat ini.
“Keberadaan mushola di sekolah dasar sangat strategis. Ini bukan hanya soal ibadah, tetapi pembiasaan nilai dan literasi Al-Qur’an yang dampaknya jangka panjang bagi pembentukan akhlak generasi muda,” ujar M. Tahir.
Ia menambahkan, sinergi antara pihak sekolah dan masyarakat mencerminkan kolaborasi sosial yang patut dijaga. Mushola, menurutnya, dapat menjadi simpul pendidikan nilai yang mengakar kuat di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah optimistis pembangunan mushola dapat diselesaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan dukungan yang tersedia. Ke depan, mushola tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan yang hidup, edukatif, dan inklusif, sekaligus menjadi penopang lahirnya generasi yang beriman, berpengetahuan, dan berkarakter.
Melalui pembangunan mushola ini, SDN 10 Woja kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menanamkan cahaya nilai spiritual sebagai bekal masa depan peserta didik.( Om Jeks )
