• Jelajahi

    Copyright © Bongkar Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Raih Berbagai Prestasi, SMKN 1 Manggelewa Tunjukkan Kualitas Pendidikan Vokasi Berdaya Saing

    Redaksi
    Jumat, 21 Agustus 2026, Agustus 21, 2026 WIB
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    DOMPUbongkrfakta.com ~ SMKN 1 Manggelewa terus menunjukkan kiprahnya dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang berorientasi pada prestasi, keterampilan, karakter, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Berbagai capaian siswa, penguatan program sekolah, dukungan revitalisasi, hingga keterlibatan dalam dunia usaha dan dunia industri (DU/DI) menjadi bagian dari langkah sekolah memperkuat kualitas pendidikan sekaligus memperluas kiprahnya di tengah masyarakat.


    Di bawah kepemimpinan Kepala SMKN 1 Manggelewa, Muhamad Syufiansur, S.Pt., sekolah tersebut mencatat sejumlah prestasi yang menjadi bagian dari perkembangan positif satuan pendidikan vokasi di Kecamatan Manggelewa.


    Salah satu capaian terbaru diraih dalam Gerak Jalan Indah tingkat Kecamatan Manggelewa. Siswa SMKN 1 Manggelewa berhasil meraih Juara I dalam ajang tersebut. Prestasi ini menjadi bukti keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan yang menuntut kedisiplinan, kekompakan, kreativitas, dan kerja sama tim.


    Prestasi lainnya datang dari kegiatan Pramuka tingkat Kecamatan Manggelewa. Dalam kegiatan tersebut, SMKN 1 Manggelewa berhasil membawa pulang lima piala melalui sejumlah cabang lomba, yakni Pionering, Upacara Adat, LKBB, Cerdas Cermat, dan Lomba Tenda.


    Capaian tersebut tidak hanya menambah daftar prestasi sekolah, tetapi juga memperlihatkan bahwa pembinaan siswa di SMKN 1 Manggelewa tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas. Kegiatan ekstrakurikuler menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja dalam tim.


    Kepala SMKN 1 Manggelewa, Muhamad Syufiansur, S.Pt., mengatakan prestasi siswa merupakan hasil dari proses pembinaan yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

    “Prestasi yang diraih siswa tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah. Namun yang lebih penting adalah proses pembinaan yang mereka jalani. Dari kegiatan tersebut siswa belajar disiplin, bekerja sama, bertanggung jawab, dan berani berkompetisi,” ujar Muhamad Syufiansur.


    Selain penguatan prestasi, SMKN 1 Manggelewa juga mendapat bantuan revitalisasi dari pemerintah. Muhamad Syufiansur telah mengikuti rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang berlangsung pada 12–15 Agustus 2026.


    Dukungan revitalisasi tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan vokasi di SMKN 1 Manggelewa. Program itu diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pembelajaran serta memperkuat kesiapan sekolah dalam menyiapkan peserta didik sesuai tuntutan perkembangan dunia kerja.


    Di bidang ketahanan pangan, SMKN 1 Manggelewa juga tetap konsisten menjalankan program TAPSI (Tanam Cabai dan Pengendalian Inflasi di Sekolah), yang merupakan bagian dari program Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).


    Program TAPSI menjadi salah satu upaya mendorong keterlibatan lingkungan sekolah dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pengendalian inflasi melalui kegiatan produktif, khususnya budidaya cabai.


    Pelaksanaan TAPSI di SMKN 1 Manggelewa juga menunjukkan keterlibatan sekolah dalam mendukung program pemerintah daerah. Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pengalaman praktik sekaligus dikenalkan pada pentingnya produktivitas, pemanfaatan lahan, ketahanan pangan, dan kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat.


    Penguatan pendidikan vokasi juga diarahkan pada peluang kerja internasional. Pada Selasa, 18 Agustus 2026, Kepala SMKN 1 Manggelewa mengikuti rapat koordinasi terkait program KEVO (Kelas Vokasi), termasuk pembelajaran Bahasa Jepang di sekolah.


    Program tersebut semakin relevan dengan keberadaan sejumlah alumni SMKN 1 Manggelewa yang saat ini telah bekerja di Jepang. Keberadaan para alumni tersebut menjadi gambaran bahwa lulusan pendidikan vokasi memiliki peluang untuk menembus pasar kerja internasional apabila dibekali kompetensi dan kesiapan yang sesuai.

    “Beberapa alumni SMKN 1 Manggelewa saat ini sudah bekerja di Jepang. Ini menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus memperkuat kompetensi siswa, termasuk melalui pembelajaran Bahasa Jepang,” kata Muhamad Syufiansur.


    Sementara itu, pengalaman kerja secara langsung menjadi bagian penting dalam pembelajaran siswa kelas XII.


    Muhamad Syufiansur mengatakan, saat ini siswa kelas XII dari konsentrasi keahlian Tata Busana, Desain Komunikasi Visual, Agribisnis Ternak Ruminansia, dan Agribisnis Ternak Unggas tengah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang tersebar di 25 DU/DI di wilayah Dompu, Bima, Sumbawa, dan Lombok.


    Menurutnya, PKL menjadi bagian penting dalam pendidikan vokasi karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh selama belajar di sekolah ke dalam situasi kerja yang sesungguhnya.

    “PKL memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Mereka tidak hanya belajar keterampilan sesuai konsentrasi keahlian, tetapi juga belajar disiplin, komunikasi, tanggung jawab, etika kerja, dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan dunia kerja,” jelasnya.


    Penyebaran PKL di 25 DU/DI yang berada di Dompu, Bima, Sumbawa, dan Lombok juga memperlihatkan upaya SMKN 1 Manggelewa membangun jejaring pendidikan dengan dunia usaha dan industri. Kemitraan tersebut menjadi penting untuk memastikan pembelajaran vokasi memiliki keterkaitan dengan kebutuhan lapangan.


    Rangkaian capaian dan program tersebut memperlihatkan arah pengembangan SMKN 1 Manggelewa yang semakin luas. Prestasi siswa di tingkat kecamatan berjalan beriringan dengan penguatan pendidikan vokasi, revitalisasi sekolah, program TAPSI, pembelajaran Bahasa Jepang, serta pengalaman kerja melalui PKL.


    Bagi SMKN 1 Manggelewa, prestasi bukan sekadar tentang piala. Lebih jauh, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri siswa sekaligus memperkuat identitas sekolah sebagai lembaga pendidikan vokasi yang mampu mengembangkan kompetensi peserta didik melalui berbagai pengalaman nyata.


    Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, sekolah dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan peluang secara mandiri.


    Dengan berbagai program dan capaian tersebut, SMKN 1 Manggelewa terus membangun reputasi sebagai sekolah vokasi yang aktif, produktif, dan berorientasi pada masa depan lulusan. Prestasi siswa, dukungan revitalisasi, pelaksanaan program TAPSI, penguatan KEVO dan Bahasa Jepang, keberhasilan alumni bekerja di Jepang, serta PKL di 25 DU/DI menjadi modal penting untuk memperkenalkan SMKN 1 Manggelewa lebih luas kepada masyarakat.


    Langkah tersebut menegaskan bahwa SMKN 1 Manggelewa tidak hanya berbicara tentang proses pendidikan di dalam sekolah, tetapi juga tentang bagaimana menyiapkan generasi muda agar memiliki kemampuan, pengalaman, karakter, dan daya saing untuk menghadapi dunia kerja yang terus berubah.( Om Jeks )

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini